Ketika Niat Baik Jadi Pemicu Instabilitas
Pola Komunikasi Publik Presiden dan Tafsir atas Kebijakan Ekonominya

Tapi di sisi lain, pemerintah pusat terkesan tak ambil pusing. Kebijakan strategis presiden yang menyedot anggaran negara yang besar tetap saja berjalan aman.
Dari sini terlihat ada persoalan yang paling mendasar: pola komunikasi publik yang tak maksimal hingga mengundang gap dan tafsiran.
Rakyat bisa mengeluh harga bahan pokok yang melambung. Tetapi pemerintah pusat hendak memprioritaskan belanja untuk kebutuhan generasi di masa yang akan datang.
Rakyat bisa saja mengeluh kekurangan uang, tetapi pemerintah sedang memikirkan distribusi sumber daya ekonomi yang lebih berkeadilan, melalui koperasi.
Pemerintah daerah bisa saja memprotes karena kekurangan anggaran membangun ekonomi daerah. Tetapi pemerintah pusat melihat adanya variabel ketidaktepatan belanja dan potensi penyalahgunaan keuangan yang terbuka. Buktinya banyak korupsi di daerah yang terungkap.
Ada pola yang benar-benar terlihat tak linear dan menyisakan banyak pertanyaan. Di titik ini, kehadiran Presiden Prabowo Subianto menjawab semua ketidakpastian itu secara langsung dan terbuka, menemukan urgensi dan bentuknya.
Tafsir atas Arah Gagasan Ekonomi
"Mengapa “Ekonomi Kemakmuran Bersama” Ala Prabowo Layak DIberi Kesempatan". Ini judul dari tulisan refleksi Denny JA, yang agak panjang. Dan layak disimak.
Denny menyodorkan analog menarik sembari mengajukan tafsir atas fakta gagasan ekonomi dan kebijakan strategis Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menjelang dua tahun usia kepemimpinannya.
Baca Halaman Selanjutnya..

Komentar