Dari Kematian Menuju Kelahiran

Hamdy M. Zen

Semua itu harus dihormati. Namun akar tidak boleh membuat pohon berhenti tumbuh. Karena itu, pada Dies Natalis ke-60 ini, mari kita berani mematikan apa yang memang harus mati: ego, kesombongan, kemalasan, budaya saling menjatuhkan, sikap eksklusif, mentalitas merasa cukup, dan ketakutan terhadap perubahan.

Sebaliknya, mari kita tumbuhkan integritas, profesionalitas, kolaborasi, inovasi, budaya akademik, keberanian berkompetisi, dan semangat internasionalisasi.

Pada akhirnya, enam puluh tahun bukan sekadar tentang menjadi tua, tetapi tentang menjadi dewasa. Bukan sekadar mempertahankan masa lalu, tetapi keberanian memilih apa yang harus dibawa menuju masa depan dan apa yang harus ditinggalkan.

Jika IAIN Ternate kelak bertransformasi menjadi UIN Sultan Babullah Ternate, semoga yang berubah bukan hanya nama di papan depan kampus.

Semoga yang berubah adalah jiwa, budaya kerja, cara berpikir, standar akademik, dan keberanian kita untuk bermimpi lebih besar.

Akhirnya, penulis hanya dapat berkata, selamat lahir kembali, IAIN Ternate. Dari kematian menuju kelahiran. Dari IAIN menuju UIN. Dari Ternate untuk Indonesia, dan dari Ternate untuk dunia.(*)

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...