Dari Kematian Menuju Kelahiran

Hamdy M. Zen

Momentum ini menjadi semakin penting karena IAIN Ternate sedang berada pada fase transformasi menuju UIN Sultan Babullah Ternate. Perubahan tersebut tentu merupakan kebanggaan sekaligus peluang besar.

Namun, transformasi jangan berhenti pada perubahan status atau nomenklatur. Perubahan nama tidak otomatis mengubah kualitas; perubahan paradigma-lah yang menentukan masa depan.

Menjadi UIN berarti meningkatkan standar akademik, penelitian, publikasi, pelayanan, tata kelola, sumber daya manusia, kerja sama, dan internasionalisasi.

Kita tidak cukup mengubah papan nama di depan kampus; kita harus mengubah cara berpikir dan budaya kerja di dalamnya. Jika dahulu kita merasa cukup dengan capaian tertentu, maka ke depan standar harus lebih tinggi.

Jika dahulu kita lebih banyak melihat perguruan tinggi di sekitar kita, kini kita harus berani melihat perguruan tinggi terbaik di tingkat nasional bahkan internasional.

Jika kerja sama selama ini terkadang berhenti pada dokumen, maka ke depan ia harus menghasilkan penelitian, publikasi, pertukaran akademik, inovasi, dan program nyata, karena itu harus menjadi transformasi mentalitas.

Jangan sampai kita menjadi UIN secara administratif, tetapi masih berpikir dengan cara lama. Dalam proses tersebut, kolaborasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar. Tidak ada pohon yang tumbuh hanya dengan satu daun.

Akar, batang, ranting, daun, bunga, dan buah memiliki fungsi berbeda, tetapi semuanya bergerak dalam satu kesatuan. Begitu pula perguruan tinggi. UIN Sultan Babullah Ternate tidak mungkin dibangun oleh satu orang, satu pimpinan, satu fakultas, atau satu kelompok.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...