Dosen Kebidanan Poltekkes Kemenkes Ternate Latih Teknik Rebozo Persalinan ke Ibu Hamil dan Keluarga

IMG 20260811 WA0005
Teknik Rebozo yang diterapkan ke Ibu Hamil. Para pendamping diajarkan melakukan gerakan ayunan lembut atau shaking/sifting menggunakan kain yang diselimutkan pada area panggul ibu hamil.

Ternate, malutpost.com - Menghadapi proses persalinan tidak hanya membutuhkan kesiapan ibu hamil, tetapi juga dukungan dari orang-orang terdekat.

Untuk meningkatkan kesiapan itu, tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Ternate memberikan pendampingan kepada ibu hamil trimester III dan pendamping persalinan di Kelurahan Kayu Merah, Kota Ternate.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (24/7) itu mengangkat tema “Pendampingan pada Ibu Hamil Trimester III dan Pendamping Persalinan dalam Melakukan Teknik Rebozo di Kelurahan Kayu Merah Kota Ternate”.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan teknik Rebozo, yaitu metode yang menggunakan kain atau selendang panjang untuk memberikan gerakan lembut pada tubuh ibu hamil, khususnya di area panggul. Teknik itu diperkenalkan untuk membantu memberikan rasa nyaman dan relaksasi kepada ibu menjelang proses persalinan.

Tidak hanya ibu hamil, suami, anggota keluarga dan kader kesehatan juga dilibatkan dalam praktik. Para pendamping diajarkan melakukan gerakan ayunan lembut atau shaking/sifting menggunakan kain yang diselimutkan pada area panggul ibu hamil.

Ketua Tim Pengabmas, Siska Nawang Ayunda Maqfiro, M.Keb, didampingi Triany Laila Pelu, S.SiT, M.Tr.Keb mengatakan keterlibatan pendamping persalinan menjadi bagian penting dalam proses persiapan menghadapi persalinan.

Menurutnya, selama ini pendamping terkadang masih bingung ketika menghadapi ibu yang mengalami nyeri atau kecemasan menjelang persalinan.

Melalui pelatihan, pendamping diharapkan dapat mengambil peran lebih aktif dalam memberikan dukungan fisik maupun emosional.

“Dukungan fisik dan emosional dari suami atau keluarga yang terlatih sangat mempengaruhi kelancaran persalinan. Teknik Rebozo ini menjadi jembatan sentuhan kasih sayang yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh ibu hamil,” ujarnya.

Dia juga menuturkan kegiatan itu, merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menerapkan ilmu kebidanan kepada masyarakat. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung.

Sejumlah ibu hamil mengaku merasa lebih rileks setelah mengikuti praktik teknik Rebozo. Sementara para pendamping mengaku mendapatkan pengetahuan baru dan lebih percaya diri untuk memberikan dukungan kepada ibu saat menghadapi proses persalinan.

Bidan dan kader kesehatan Kelurahan Kayu Merah juga menyambut baik kegiatan tersebut.

Selain itu, dia berharap teknik yang telah diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan, baik di lingkungan keluarga maupun melalui kader kesehatan. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesiapan fisik dan psikologis ibu hamil, mengurangi kecemasan menjelang persalinan, serta memperkuat peran suami dan keluarga dalam mendukung proses persalinan yang aman dan nyaman.

Tim Pengabmas terdiri dari Siska Nawang Ayunda Maqfiro, M.Keb dan Triany Laila Pelu, S.SiT, M.Tr.Keb selaku dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Ternate, serta mahasiswa Asmiputri Pammu, Arinda Jamrud, Afirsha Ba’asti Barkah dan Lisnawati Dahrun. (sst)

Komentar

Loading...