Hari Mangrove Sedunia Jadi Momentum PLN Perluas Dampak Konservasi Keanekaragaman Hayati di Halmahera Utara

IMG 20260730 WA0012
PLN UPP MPA 2 turut berpartisipasi dalam kegiatan Tobelo Rawat Bumi yang diselenggarakan oleh PT PLN Nusantara Power Services Unit PLTMG Tobelo bersama Universitas Halmahera (Uniera) dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, Senin (27/7/2026).

Pada sesi edukasi lingkungan, akademisi Program Studi Kehutanan Universitas Halmahera, Radios Simanjuntak, menjelaskan kondisi dan nilai ekologis kawasan konservasi Pantai Wauwo. Ia mengungkapkan bahwa kawasan tersebut memiliki ekosistem mangrove seluas sekitar 4,91 hektare serta wilayah pesisir seluas kurang lebih 0,58 hektare yang menjadi habitat bertelur burung Mamoa.

Menurut Radios, ekosistem mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami yang melindungi garis pantai dari abrasi, habitat bagi berbagai jenis biota laut, serta penyerap dan penyimpan karbon yang efektif dalam membantu mengurangi dampak perubahan iklim. Keberadaan mangrove juga mempunyai hubungan erat dengan kelangsungan hidup burung Mamoa atau Eulipoa wallacei, salah satu satwa endemik yang menjadi kekayaan hayati Maluku Utara.

Ia menjelaskan, setelah melewati masa inkubasi alami selama kurang lebih dua bulan di dalam pasir pantai, anakan Mamoa akan keluar dari sarangnya secara mandiri. Anakan tersebut selanjutnya memanfaatkan kawasan mangrove sebagai tempat transit dan perlindungan sementara sebelum terbang menuju habitat hutan.

“Ekosistem mangrove memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon sekitar empat hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan daratan. Karena itu, peringatan Hari Mangrove Sedunia harus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran dan aksi bersama dalam melindungi kawasan pesisir,” jelas Radios.

Manager UPP MPA 2, Mohammad Fendra Harinansah, menegaskan bahwa keikutsertaan PLN UIP MPA dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan pembangunan ketenagalistrikan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.

"Bagi PLN, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya berorientasi pada penyediaan energi yang andal, tetapi juga harus memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Universitas Halmahera dan seluruh pemangku kepentingan, kami berkomitmen menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir serta melindungi keanekaragaman hayati yang menjadi kekayaan Indonesia. Program TJSL Konservasi Burung Mamoa dan Tukik merupakan salah satu wujud implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terus kami dorong agar memberikan dampak berkelanjutan," jelas Raja. (ikh)

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...