Ternate; Kota Sejarah

Warisan berupa jalur rempah, benteng-benteng kolonial, dan eksistensi Kesultanan bukan sekadar komoditas pariwisata untuk mendatangkan devisa, melainkan akar identitas yang membentuk karakter manusia Ternate hari ini.
Sejarah harus diletakkan sebagai basis pembangunan kota, di mana modernitas tidak boleh mengubur atau merusak situs-situs cagar budaya yang ada.
Ternate hari ini adalah sebuah ruang di mana masa lalu dan masa depan saling berkelindan. Revitalisasi benteng-benteng tua, pelestarian naskah-naskah kuno Kesultanan, serta reorientasi nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga alam (seperti tradisi menghormati Gunung Gamalama dan laut) adalah langkah krusial yang harus terus diupayakan.
Narasi Ternate sebagai episentrum dunia di masa lalu harus ditransformasikan menjadi energi positif bagi generasi muda untuk membangun daerah.
Melalui pemahaman sejarah yang utuh, kita tidak hanya belajar tentang kejayaan dan kejatuhan masa lalu, tetapi juga menemukan kompas moral untuk membawa Ternate melangkah maju sebagai kota modern yang tetap bermartabat, berbudaya, dan teguh berpijak pada fondasi sejarahnya yang agung.(*)



Komentar