Ternate; Kota Sejarah

Indah Tri Rahmayanti

Didirikan sejak abad ke-XIII (sekitar tahun 1257 oleh Baab Mashur Malamo), Kesultanan Ternate adalah salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara yang masih mempertahankan strukturnya hingga detik ini.

Kesultanan Ternate mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Baabullah (1570–1583), yang dijuluki sebagai "Penguasa 72 Pulau".

Di bawah kepemimpinannya, Ternate berhasil mengusir Portugis dari buminya—sebuah pencapaian luar biasa di mana bangsa pribumi mampu mengalahkan kekuatan militer adidaya Eropa pada abad ke-XVI.

Wilayah pengaruh Ternate kala itu membentang dari Mindanao di Filipina bagian selatan, kepulauan Marshall, hingga ke bagian utara Australia dan Nusa Tenggara.

Sebagai pilar kebudayaan, Kedaton Kesultanan Ternate yang berdiri megah di atas bukit di kelurahan Soa Sio menjadi pusat orientasi nilai bagi masyarakat setempat. Di sinilah tradisi keagamaan, hukum adat (Adat se Atorang), dan kesenian leluhur dirawat dengan takzim.

Sistem sosial masyarakat Ternate yang berlandaskan Islam berakar kuat dari kebijakan para Sultan terdahulu yang menjadikan Islam sebagai agama resmi dan panduan hidup bernegara.

Keberadaan Kesultanan memberikan dimensi spiritualitas yang mendalam bagi identitas Ternate; ia membuktikan bahwa Ternate tidak sekadar objek yang dijajah, melainkan sebuah subjek politik yang berdaulat, memiliki peradaban tinggi, dan mampu melakukan diplomasi internasional setara dengan bangsa-bangsa besar lainnya.

Menyandang predikat sebagai "Kota Sejarah" membawa konsekuensi dan tanggung jawab yang tidak ringan bagi Ternate di era kontemporer.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...