Catatan
Lapangan Kecil, Mimpi Besar Maluku Utara

Karena sesungguhnya pembangunan olahraga tidak dimulai dari stadion megah. Melainkan, dimulai dari keberanian pemerintah melihat lapangan desa sebagai investasi, bukan sekadar hamparan tanah.
Dimulai dari kesediaan mengalokasikan anggaran untuk pelatih, pembinaan usia dini, kompetisi yang rutin, dan fasilitas yang merata.Dimulai dari keyakinan bahwa seorang anak yang hari ini bermain tanpa alas kaki di lapangan kampung, suatu saat dapat berdiri tegak mengenakan lambang Garuda di dadanya.
Lapangan-lapangan kecil di Maluku Utara sesungguhnya sedang menyimpan mimpi yang besar. Pertanyaannya tinggal satu, apakah kita siap merawat mimpi itu, atau membiarkannya menguap bersama debu yang beterbangan setiap sore, jelang senja? (*)



Komentar