Membangun Pariwisata sebagai Sektor Unggulan

Safruddin Jen

Dalam konteks pembangunan kewilayahan, sektor pariwisata menjadi alat pemerataan pembanggunan pada daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).

Pembangunan pariwisata, sifatnya multiplier effect, dampak berantai, bukan hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga berdampak pada aspek sosial budaya dan aspek lingkungan hidup.

Daerah 3T, alam dan budayanya masih hijau dan asli. Saat ini lagi tren wisata hijau dan sunyi, Wisatawan datang, ingin menikmati keindahan dan suara alam, setelah mereka menikmati kehidupan perkotaan.

Kawasan Timur Indonesia, mempunyai potensi besar dalam wisata hijau dan sunyi. Model wisata alam (ekowisata) dapat diintegrasikan dengan wisata budaya dan wisata Sejarah. Sehingga, multiplier effectnya, jauh lebih besar.

Strategi Kebijakan

Sebagai negara kepulauan, Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam yang terkandung di perut bumi dan laut yang luas, tetapi juga kaya akan keindahan alamnya termasuk kearifan lokal. Indonesia dijuluki Zamrud Khatulistiwa. Kondisi ini adalah modal pembanguan pariwisata Indonesia yang sempat berjaya.

Dalam RPJMN 2025 – 2029, pariwisata termasuk dalam pembangunan kewilayahan yang diharapkan menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Pertumbuhan ekonomi berkualitas itu tidak hanya mengejar target angka yang tinggi, tetapi juga mengejar pemerataan dan keadilan.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...