Dari Sibenpopo ke Banemo, Gubernur Sherly Bawa Pesan Damai untuk Warga

IMG 20260409 WA00251
Gubernur Sherly Tjoanda bersama Wagub, Kapolda dan Kajati saat mengunjungi Desa Sibenpopo. (Foto: Irin)

Sofifi, malutpost.com -- Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda, mengunjungi dua desa yang sempat dilanda konflik, yakni Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kabupaten Halmahera Tengah.

Kunjungan pada Rabu (8/4/2026) itu disambut penuh haru oleh warga setempat.

Di hadapan warga, Sherly mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan dan tidak larut dalam konflik yang telah terjadi. Suasana emosional pun tak terhindarkan, sejumlah warga terlihat menangis saat bertemu langsung dengan orang nomor satu di Maluku Utara itu.

Sherly meninjau langsung kondisi permukiman warga yang rusak parah akibat bentrokan. Sejumlah rumah terlihat rata dengan tanah dan hangus terbakar. Ia juga tampak berpelukan dengan warga yang masih mengalami trauma pascakonflik.

Didampingi Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, rombongan gubernur menyusuri perkampungan untuk melihat sisa-sisa puing bangunan yang terdampak bentrok.

Setelah dari Desa Sibenpopo, rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Banemo. Dalam kesempatan itu, Sherly kembali mengingatkan pentingnya menjaga hubungan persaudaraan antarwarga.

Sebelumnya, proses perdamaian antara kedua desa yang terlibat konflik telah dilaksanakan pada Selasa, 7 April 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Sherly juga didampingi Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji. Ia mengajak masyarakat untuk bangkit dan fokus menata kembali kehidupan ke depan.

"Kita akan membuat Maluku Utara sebagai contoh bahwa pemerintah hadir. Kita tidak usah bicara masa lalu," ujar Sherly di hadapan warga.

Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi dan kabupaten berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat terdampak konflik.

"Masa sekarang Pemprov Malut dan daerah akan selalu hadir, kita mendengar, kita mencari solusi, bukan hanya janji di awan-awan," tegasnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal pemulihan pascakonflik, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran pemerintah dalam membangun kembali kehidupan yang lebih baik. (nar)

Komentar

Loading...