Kelas Menengah Indonesia Sedang “Turun Kasta”, dan Ini Masalah Serius

Lalu Riza Singrapati, S.Tr. Stat.

Guncangan ekonomi sedikit saja—entah itu harga beras naik, biaya sekolah nambah, atau sakit mendadak—bisa bikin mereka langsung jatuh miskin karena tabungan sudah tergerus untuk biaya sehari-hari.

Lihat saja data kelompok Rentan Miskin. Jumlahnya naik drastis hampir 13 juta orang (dari 54,97 juta jadi 67,69 juta). Ini sinyal kalau pertahanan ekonomi keluarga di Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Kenapa Kita Harus Peduli?

Fenomena "makan tabungan" sampai habis ini bukan cuma masalah pribadi tiap keluarga, tapi masalah negara. Kelas menengah adalah motor penggerak ekonomi. Mereka yang biasanya belanja, jajan, dan memutar roda ekonomi lewat konsumsi rumah tangga.

Kalau kelas menengah sibuk "bertahan hidup" dan berhenti belanja karena uangnya habis dipakai makan, ekonomi kita bakal melambat. Bisnis sepi, UMKM teriak.

Pemerintah nggak bisa lagi cuma fokus kasih jaring pengaman ke kelompok miskin paling bawah. Kelompok Aspiring dan kelas menengah yang mulai ngos-ngosan ini juga butuh perhatian. Solusinya bukan sekadar bantuan tunai, tapi kestabilan harga pangan dan lapangan kerja yang upahnya layak.

Kalau tren turun kasta ini dibiarkan, cita-cita Indonesia Emas bisa-bisa cuma jadi angan-angan karena pondasi utamanya—kelas menengah yang kuat—malah keropos. (*)

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...