Paradigma Pembangunan: Dari Reformasi Ke Transformasi

Misalnya dalam kasusu kemiskinan struktural, kesadaran naif memandang itu terjadi karena faktor personal manusia yaitu karena manusia itu malas, karena manusia itu bodoh, karena manusia itu tidak mau kerja dan semua yang menekankan pada unsur personal.
Sementara kesadaran transformasi menekankan pada aspek impersolal dimana melihat kemiskinan itu hadir lebih disebabkan pada dimensi yang berada diluar kendalinya yaitu struktur sosial yang mendominasi dan yang di dominasi serta rumusan kebijakan yang membuat masyarakat akar rumpur terdistorsi dari kehidupan sosial adalah penyebab utama kemiskinan struktural.
Misalnya dalam melihat kasus Gus Miftah terhadap penjual es teh (pak Sunhaji) yang baru-baru firal dimedia sosial, kesadaran naif akan melihat itu sebagi pola perilaku, adab dan cenderung terkurung dalam labiran moralitas belaka.
Sementara kesadaran transformatif akan melihat itu sebagai kejahatan sistemik yang mana berjuta-juta orang miskin seperti pak Sunhaji mengalami nasib yang sama di hadapan Negara dan sistem sosial yang tidak adil.
Dengan demikian kesadaran tranformasi mengupayakan terciptanya masyarakat yang setara dan berkeadilan secara lebih luas dan berkemajuan.
Kesadaran Transformasi adalah Kunci
Berangkat dari Studi banding Sherly Tjoanda Laos di Kota Makasar, dimana Sherly sebagai Gubernur Terpilih Propinsi Maluku Utara dengan perolehan suara sekitar 53,8 % (menurut hitungan cepat), Sherly mengiming-iming Ibukota Propinsi Maluku Utara (Sofifi) nantinya di desain seperti kota Makassar, menurutnya Kota Makasar adalah Kota yang dapat dijadikan contoh tata Kota Sofifi.
Baca Halaman Selanjutnya..



Komentar