Paradigma Pembangunan: Dari Reformasi Ke Transformasi

Alfakir Fardal Rasudin

Peralihan kekuasaan di era Orde lama ke Orde baru menunjukkan satu proses tumbangnya paradigma lama disebabkan kekuatan politik dan kendali kuasa paradigma baru lebih mendominasi.

Penting sekali kita mengenal paradigma pembangunan, karena indikator perubahan sosial sangat di pengaruhi dan ditentukan oleh paradigma sosial serta sangat menentukan arah gerakan perubahan yang ada dalam masyarakat, kita mengalami tatanan masyarakat yang humanisasi ataukah dehumanisasi semuanya bergantung paradigma sosial yang digunakan didalamnya.

Misalnya dalam melihat pola hubungan antara buruh dan pabrik satu paradigma melihat itu sebagai pola hubungan yang saling menguntungkan dan paradigma lain melihat itu sebagai pola hubungan yang eksploitatif, dua pandangan itu masing-masing menjatuhkan sikap berbeda pula dalam mengambil langkah sosial.

Dalam teori sosial ada dua paradigma yang saling bersebrangan dalam merumuskan pembangunan, yaitu paradigma dominatif struktalis dan paradigma kritik emansipatori.

Bagi paradigma strukturalis pembangunan masyarakat diarahkan dan ditentukan oleh kekuatan struktural seperti pemerintah, akademisi atau para ahli, dan masyarakat dipandang sebagai objek pasif yang fungsinya hanya diarahkan dan hanya menggikuti semua kebijakan yang dirancang oleh para pengendali.

Sedangkan paradigma kritik emansipatori memandang perubahan sosial ditentukan sendiri oleh masyarakat yang perlu dilakukan adalah memberdayakan masyarakat dengan pendidikan politik, sosial,ekonomi dan kebudayaan. Paradigma kritik memandang masyakat sebagai objek yang aktif dan pemeran utama dalam perubahan sosial.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...