Paradigma Pembangunan: Dari Reformasi Ke Transformasi

Alfakir Fardal Rasudin

Atas interpretasi yang berbeda itu, masing-masing menjatuhkan sikap yang berbeda pula, paradigma strukturalis mengunakan pendekatan-pendekatan mengambil kebijakan seperti Hilirisasi Nikel dan mendukung Industri ekstraktif yang mengeksploitasi lingkungan hidup

Sedangkan paradigma kritik mengunakan pendekatan basis massa dalam hal ini adalah organisasi massarakat sebagai kekuatas sosial. Paradigma kritik cenderung memprotes kebijakan penguasa yang dinilai sebagai bentuk dehumanisasi penguasa terhadap masyarakat, dan menekankan pembangunan hendaknya diarahkan pada pemberdayaan masyarakat.

Kita tidak dapat mengatakan mana yang salah atau mana yang benar karena masing-masing berdiri pada pandangan dan perspektifnya, yang perlu kita lakukan adalah telah kritis atas paradigma sosial yang berlangsung dalam kehidupan sosial kita apakah marginalisasi ataukah kemerdekaan, humanisasi ataukah dehumanisasi.

Dari Kesadaran Reformasi ke Kesadaran Transformasi:Paulo Freire
Seperti apa kesadaran reformasi dan kesadaran transformasi itu ? Paulo Freire salah tokoh pendidikan Brazil yang memberikan pandangan tentang kesadaran transformasi dalam bukunya The Pedagogi of the Oppersed.

Freire tidak hanya berbicara tentang pendidikan akan tetapi arah perkembangan masyarakat yang lebih luas yaitu pada dimensi politik,ekonomi, sosial dan budaya. Itulah kenapa Freire meletakkan pendidikan sebagai proses humanisasi atau memanusiakan manusia.

Proses humanisasi itulah hendaknya pendidikan (dalam arti luas) diarahkan untuk menuju perubahan sosial ke masyarakat yang merdeka, humanis, adil, sejahtra, setara dan berkebudayaan.

Dalam klasifikasi kesadaran menurut Freire, kesadaran naif atau kesadaran reformasi adalah kesadaran yang sudah memahami hubungan-hubungan sosial namun menjatuhkan pandangan dan tindakan yang keliru.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...