Praktik Hanky Panky dan Cita-cita Menuju Indonesia Emas 2045

Kenyataan ini menunjukkan buruknya tata kelola lembaga di Indonesia. Memang, tidak akan pernah ada negara di dunia mana pun yang bisa benar-benar bersih dari praktik hanky panky maupun korupsi.
Namun demikian, bila hal itu terus mengalami pembiaran, maka yang dimaksud dengan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia akan semakin jauh panggang daripada api.
Indonesia Emas, Cita-cita atau Mimpi Belaka?
Indonesia Emas 2045 digambarkan sebagai masa depan Indonesia sebagai negara nusantara berdaulat, maju, dan berkelanjutan. Di masa keemasan itu bangsa kita diperkirakan memiliki 70% penduduk yang berada di usia produktif (15-64 tahun).
Sehingga kemajuan ekonomi dan pembangunan nasional dapat diraih dengan optimal. Melihat kenyataan yang terjadi 21 tahun sebelum target itu terwujud, tentu capaian yang diharapkan bukanlah hal yang mudah.
Bersama-sama kita sering mendengar bahwa pemerintah selalu menggembar-gemborkan pertumbuhan positif di sektor ekonomi. Suaranya bak dentang genta yang sangat bising.
Tapi kenyataannya pertumbuhan yang dimaksud tidaklah merata. Ketimpangan ekonomi antar daerah, kurangnya lapangan kerja, dan masalah pemerataan infrastruktur menjadi problem yang kontradiktif dengan apa yang dicita-citakan.
Adapun kesenjangan antara orang kaya dan miskin yang terlihat semakin mencolok, bisa menjadi hambatan dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Sebab, tanpa kesetaraan ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak akan pernah tercapai.
Baca Halaman Selanjutnya..
Komentar