Refleksi Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober
Kota Rempah: Akselerasi Pemuda Sebagai Kontribusi

Oleh: Haiyun Umamit
(Ketua DPD KNPI Kota Ternate)
FAKTA sejarah yang tak terlupakan bagi kita, yakni Ternate adalah sebuah pulau kecil yang pernah menjadi pusat perhatian dunia. Jauh sebelum Indonesia merdeka, bahkan sebelum sumpah pemuda digaungkan, Ternate sudah masuk dalam peta dunia sebagai incaran. Ya, dunia sudah mengenal satu pulau kecil yang sarat dengan rempah. Pulau itu bernama Ternate.
Tahun 1512, bangsa Portugis tidak datang ke Jawa. Mereka datang ke Ternate. Di tanah gamalama ini memang dipenuhi emas hijau yang menjadi rebutan dunia. Cengkeh dan Pala.
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Selasa, 27 Oktober 2026
Dua jenis tumbuhan ini merupakan rempah yang pernah menjadi barang mewah dan mahal bahkan dari emas murni di pasar global. Dunia bahkan mengakui, rempah inilah, Ternate menjadi pusat peradaban dunia.
Saat ini, setelah 500 tahun kedatangan Portugis; pertanyaan kita sudah harus berubah. Jika saat itu, Ternate menjadi pusat perhatian karena pulau ini dipenuhi cengkeh dan pala, lalu apakah hari ini masih berlaku?
Sepertinya kita harus jujur, bahwa jawabannya tidak lagi berlaku. Bukan lagi rempah, bukan lagi karena cengke dan pala. Lalu karena apa? Ini yang harus kita sama-sama pikirkan, agar Ternate kembali menjadi pusat perhatian dunia.
Jawabannya bukan pala, tapi kepala. Bukan lagi cengkeh, tapi kreativitas dan energi anak muda. Ini adalah rempah yang saat ini mengendap di kepala pemuda.
Komoditas Pemuda
Saat itu, rempah dari Ternate menjadi satu-satunya komoditas yang paling berharga dan mahal di pasar dunia. Dari komoditas itulah, Ternate menjadi kota yang masih terus diingat dan namanya tercatat dalam sejarah peradaban dunia.
Tapi apakah kita terus mendramatisir masa lalu, sebagai sejarah yang agung? Bagi saya, kita akan terjebak dan membunuh kreativitas pemuda sebagai pengambil alih tongkat estafet. Karena itu, dari komoditas rempah kita harus beralih ke komoditas pemuda.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar