Reflesksi Menuju Peringatan Sumpah Pemuda

Ekonomi Malut Melaju, Bagaimana dengan Generasi Mudanya

Najila Assagaf

Oleh: Najila Assagaf, S.Aktr
(Peserta Magang Nasional Kementerian Ketenagakerjaan RI di BPS Provinsi Maluku Utara)

Setiap tanggal 28 Oktober bangsa Indonesia memperingati Sumpah Pemuda, sebuah peristiwa bersejarah yang menegaskan pentingnya persatuan dalam membangun masa depan bangsa.

Pada 1928, para pemuda dari berbagai daerah menyatukan tekad melalui satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia. Semangat tersebut tetap relevan hingga hari ini.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Selasa, 27 Oktober 2026

Namun, di tengah pesatnya pembangunan, muncul pertanyaan yang patut kita renungkan: sudah sejauh mana generasi muda Maluku Utara mendapat kesempatan untuk tumbuh dan mengambil bagian dalam kemajuan daerahnya sendiri?

Maluku Utara tengah mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ekonomi Maluku Utara tumbuh sebesar 34,17 persen (c to c) sepanjang 2025.

Pertumbuhan ini didorong oleh perkembangan industri pengolahan, terutama yang berkaitan dengan hilirisasi mineral seperti nikel dan alumunium.

Capaian tersebut menjadi kabar baik bagi kinerja pembangunan daerah, namun, di sisi lain, pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu berarti seluruh masyarakat telah merasakan manfaatnya secara merata.

Di balik capaian tersebut, ada persoalan ketenagakerjaan yang perlu mendapat perhatian, khususnya terkait kesempatan bagi generasi muda. Lebih dari seperempat pemuda Maluku Utara adalah NEET.

Data BPS melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) mencatat bahwa pada tahun 2025, sebesar 25,65 persen penduduk usia 15–24 tahun di Maluku Utara tidak sedang bersekolah, bekerja, ataupun mengikuti pelatihan.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...