Dorong Ketahanan Pangan Papua, PLN UIP MPA Raih Penghargaan Top CSR Awards 2026

IMG 20260526 WA0081
PLN UIP MPA berhasil meraih penghargaan TOP CSR Awards 2026 dengan predikat Star 3 dalam penghargaan yang digelar di Hotel Raffles Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: PLN untuk malutpost.com)

Jayapura, malutpost.com - Komitmen kuat PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali menuai apresiasi di tingkat nasional.

Melalui program Electrifying Agriculture – Smart Farming melalui Irigasi Sprinkler Otomatis untuk Peningkatan Budidaya Tanaman Hortikultura Kelompok Pelita Jaya Makmur, PLN UIP MPA berhasil meraih penghargaan TOP CSR Awards 2026 dengan predikat Star 3 dalam ajang penghargaan yang digelar di Hotel Raffles Jakarta, Senin (25/5/2026).

Dengan mengusung tema “Aligning CSR and ESG for Long-Term Corporate Value and Sustainable Development”, penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya PLN UIP MPA dalam menghadirkan program TJSL yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan energi listrik produktif, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas dan kesejahteraan kelompok tani secara berkelanjutan.

Program Electrifying Agriculture berbasis Smart Farming yang dijalankan PLN UIP MPA di Kampung Waibron, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, merupakan bagian dari implementasi pendekatan Creating Shared Value (CSV), yang mengintegrasikan pemanfaatan energi listrik dengan penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian hortikultura.

PLN UIP MPA menghadirkan teknologi irigasi sprinkler otomatis berbasis listrik untuk mendukung sistem pertanian yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan. Program juga diperkuat dengan pengembangan learning farm seluas 500 meter persegi sebagai pusat pelatihan dan demonstrasi pertanian modern bagi masyarakat.

Electrifying Agriculture juga mendorong perubahan sosial dan lingkungan melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap praktik pertanian berkelanjutan.

General Manager PLN UIP MPA, Raja Muda Siregar menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi PLN untuk terus menghadirkan program TJSL yang tidak hanya bersifat bantuan sosial, tetapi mampu menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi PLN UIP MPA untuk terus menghadirkan program TJSL yang mampu meningkatkan produktivitas dan menciptakan kemandirian masyarakat. Electrifying Agriculture menjadi bukti bahwa pemanfaatan energi listrik dapat menghadirkan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat,” ujar Raja.

Ia menjelaskan, sebelum program dijalankan, petani di Kampung Waibron masih menghadapi tantangan berupa sistem irigasi manual yang kurang efisien dan berdampak pada belum optimalnya hasil pertanian. Kehadiran sistem sprinkler otomatis kini mampu mempercepat proses penyiraman yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam menjadi hanya hitungan menit.

“PLN tidak hanya berfokus menghadirkan listrik, tetapi bagaimana energi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengembangan program ini sehingga manfaatnya dapat terus berkelanjutan,” tambahnya.

Salah satu kelompok petani Pelita Jaya Makmur binaan PLN UIP MPA.

Melalui implementasi program tersebut, kualitas dan kuantitas hasil panen komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, sawi, dan kangkung mengalami peningkatan yang lebih stabil. Efisiensi penggunaan air dan tenaga kerja juga turut meningkat, sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan kelompok tani.

Program ini melibatkan Kelompok Tani Pelita Jaya Makmur sebagai penggerak utama, serta diperkuat melalui kolaborasi bersama Yayasan Bina Tani Sejahtera, Komunitas Kitorang, Universitas Cenderawasih, dan pemerintah daerah setempat.

Selain memberikan dampak ekonomi, program Electrifying Agriculture juga mendorong perubahan sosial dan lingkungan melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap praktik pertanian berkelanjutan, efisiensi penggunaan air, hingga pengurangan potensi erosi lahan pertanian. (ikh)

Komentar

Loading...