Pemprov Maluku Utara Usul Pembangunan Sekolah Rakyat dan Infrastruktur 2026

Sofifi, malutpost.com -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Pemprov) bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan jajaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggelar rapat koordinasi untuk mengevaluasi pelaksanaan program tahun 2025 sekaligus menyusun rencana pembangunan tahun 2026.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bersama Balai PU yang meliputi Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, dan Cipta Karya, Rabu (7/1/2026).
Gubernur Sherly menyampaikan bahwa pada tahun 2026 Pemprov Malut mengusulkan pembangunan dua Sekolah Rakyat baru masing-masing di Kabupaten Kepulauan Sula dan Kabupaten Halmahera Tengah, serta satu lokasi potensial di Kabupaten Pulau Morotai.
"Untuk Sekolah Rakyat tersebut semuanya dibangun baru. Namun sebelumnya ada pemanfaatan bangunan eksisting, seperti yang ada di Sofifi dan Halmahera Utara," kata Sherly.
Ia menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di Sofifi dan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, dapat diselesaikan pada Juli atau Agustus 2026.
Selain itu, Sherly juga menyampaikan bahwa pada tahun 2025 kemarin Pemprov Malut telah melakukan renovasi total terhadap 51 sekolah madrasah dengan total anggaran mencapai Rp108 miliar.
Dalam rapat tersebut juga dibahas rencana program infrastruktur tahun 2026.
Sherly menyampaikan dari sektor Sumber Daya Air, akan dilakukan pembangunan irigasi di Subaim, Kabupaten Halmahera Timur, serta penanganan banjir di Kabupaten Halmahera Utara.
Sementara itu, dari sektor Bina Marga, pemerintah akan melaksanakan preservasi sejumlah ruas jalan nasional serta melanjutkan program Inpres Jalan Daerah (IJD).
Gubernur Sherly menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum atas dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di Maluku Utara. Pada tahun 2025, kata Sherly bahwa melalui program IJD, Maluku Utara menerima total anggaran sebesar Rp 300 miliar yang terdiri dari 11 paket pekerjaan.
"Dari 11 paket tersebut, enam paket telah selesai 100 persen, sementara sisanya merupakan pekerjaan multiyears," jelasnya.
Ia berharap pada tahun 2026 Maluku Utara dapat memperoleh alokasi anggaran IJD yang lebih besar. Ia mengaku Pemprov Malut juga telah melakukan sinkronisasi ruas-ruas jalan prioritas provinsi di 10 kabupaten/kota untuk diusulkan dalam program IJD tahun 2027.
Selain infrastruktur jalan, sektor Cipta Karya juga diarahkan pada penataan dan peningkatan fasilitas pendidikan di Maluku Utara. (nar)




Komentar