Daftar Pustaka: Bukan Sekadar Formalitas, Melainkan Pilar Riset Ilmiah

Oleh: Witono Hardi
(Dosen Teknik Mesin Universitas Khairun, Mendeley Advisor)
Di banyak kampus, ada sebuah fenomena menyedihkan yang terus terjadi dari generasi ke generasi: mahasiswa menulis skripsi dengan semangat penuh, menyusun argumen dengan bahasa sendiri, bahkan kadang dengan ide-ide orisinal.
Namun saat sampai pada bagian daftar pustaka, yang muncul hanya deretan nama-nama yang diambil dari skripsi atau artikel orang lain, dicopas begitu saja tanpa keterhubungan logis dengan isi tulisan.
Baca Juga: AI dan Kemudahan Baru dalam Dunia Riset
Seolah daftar pustaka hanyalah formalitas untuk memenuhi syarat akademik, bukan elemen esensial dari bangunan riset ilmiah.
Fenomena ini tentu saja patut dikritisi. Sebab dalam dunia akademik, daftar pustaka bukan sekadar pelengkap. Ia adalah pondasi yang menopang seluruh kerangka berpikir riset.
Tanpa landasan teori, tanpa rujukan dari penelitian terdahulu, sebuah skripsi atau karya ilmiah tak ubahnya seperti novel atau opini bebas yang tidak bisa dipertanggungjawabkan keilmiahannya.
Daftar Pustaka dan State of the Art
Dalam setiap penelitian, posisi riset kita harus jelas: apakah melanjutkan temuan sebelumnya, memverifikasi hasil lama dengan metode baru, atau menjawab celah penelitian yang belum ditangani?
Untuk menjawab pertanyaan ini, kita memerlukan state of the art, yakni pemetaan atas perkembangan terakhir di bidang yang kita teliti. Dan state of the art ini tidak bisa dibangun tanpa daftar pustaka yang kuat dan relevan.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar