Jangan Mengkambinghitamkan Nomaden atas Pembunuhan Ali Daud

Pun juga jangan karena sebuah kelompok memiliki karakteristik tertentu, maka karakteristik itulah yang kemudian dijadikan pengganti bukti individual.
Warga Benemo ingin agar pelaku pembunuhan AD ditemukan. Bukan sekedar sebuah kelompok yang dicurigai oleh Polda itu. Warga juga tak sedang meminta impunitas.
Bahkan jika ada warga Banemo yang melakukan kejahatan, silahkan melakukan proses penangkapan dengan cara-cara yang beradab berdasarkan prosedur dan proses berdasarkan hukum. Dan jika ada orang dari kelompok sebagaimana disimpulkan Polda yang melakukan kejahatan, tolong agar lakukan proses hukum yang serupa.
Satu hal yang perlu menjadi atensi pihak aparat. Bahwa keresahan warga Banemo sebenernya mudah dipahami. Lihat pada 24 September, warga melakukan protes setelah lima warga diamankan dalam perkara konflik Sibenpopo, sementara kasus kematian AD masih belum mengungkap pelaku.
Ironisnya, protes tersebut berujung pada kekerasan warga Banemo. Situasi semacam ini harusnya menjadi alarm bagi pihak kepolisian atas keresahan warga.
Saat ini, masyarakat Banemo merasa bahwa ada perlakuan yang tidak adil dalam penanganan kasus. Ada kesan bahwa kasus konflik Banemo-Sibenpopo berjalan sangat cepat, sementara kasus pembunuhan AD sama sekali belum menemukan pelaku.
Jika jejak kaki adalah bukti penting, jelaskan kepada publik bagaimana jejak itu dikaitkan dengan pembunuhan. Jika Bivak adalah petunjuk penting, jelaskan bagaimana bivak itu dikaitkan dengan pelaku.
Begitu pula jika anak panah menjadi petunjuk penting, jelaskan bagaimana artefak itu dapat dikaitkan dengan orang tertentu.
Baca Halaman Selanjutnya..

Komentar