MBG dan Psikologi Pendidikan Siswa Melalui Teori ABC

Ketika Makanan Menjadi Kekhawatiran

Rita Fajhriani Nasrul

Oleh: Rita Fajhriani Nasrul
(Mahasiswa Psikologi Unkhair)

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program yang hadir dilingkungan pendidikan dengan tujuan mendukung kebutuhan gizi siswa. Namun perhatian masyarakat kembali tertuju pada program tersebut setelah munculnya dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa MTsN 1 Kota Pariaman setalah mengkonsumsi MBG.

Peristiwa tersebut terjadi pada 14 September 2026. Sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan seperti mual, muntah, pusing dan sakit perut hingga mendapatkan penaganan medis.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Kamis, 24 September 2026

Peristiwa tersebut menjadi perhatian dikalangan masyarakat dan diberitakan secara luas. Namun penyebab pasti gangguan kesehatan tersbut masih memerlukan periksaan lebh lanjut.

Karena itu istilah yang tepat digunakan adalah dugaan keracunan atau dugaan gangguan kesehatan, bukan menyimpulkan bahwa MBG telah terbukti menjadi penyebabnya.

Dibalik persoalan kesehatan tersebut, terdapat sisi lain yang menarik untuk diperhatikan, yaitu kondisi pskologis siswa dan proses belajar mereka.

Ketika Rasa Aman Siswa Terganggu

Sekolah seharusnya menjadi tempat bagi siswa untuk belajar, berinteraksi, dan berkembang dalam lingkungan yang aman. Ketika terjadi sebuah peristiwa yang membuat sejumlah siswa sakit, pengalaman tersebut dapat menimbulkan berbagai respons emosional.

Sebagian siswa mungkin merasa khawatir kejadian yang sama akan terulang. Ada pula yang mungkin menjadi lebih berhati-hati ketika menerima makanan di sekolah.

Bagi siswa yang menyaksikan langsung teman-temannya sakit atau mendapatkan perawatan medis, peristiwa tersebut juga dapat menjadi pengalaman yang cukup mengkhawatirkan.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...