Merindukan Rumah yang Hangat

Asi Iksan

Ada saatnya kita merasa iri melihat orang lain masih bisa bercanda, makan bersama, dan pulang kepada ibu mereka. Perasaan seperti itu manusiawi, karena rindu memang sering datang ketika kita melihat sesuatu yang pernah kita miliki.

Namun, jangan biarkan kehilangan membuatmu merasa bahwa kamu tidak lagi memiliki rumah yang hangat. Rumah tidak selalu tentang lengkapnya anggota keluarga, tetapi tentang kasih sayang, kenangan, dan orang-orang yang masih memilih untuk tetap berada di sisimu.

Mungkin sekarang kamu sudah lupa bagaimana rasa masakan ibu, sehangat apa pelukannya, atau seperti apa suaranya. Tetapi jangan menyalahkan dirimu sendiri. Ingatan manusia bisa memudar, tetapi kasih sayang tidak hilang begitu saja. Apa yang pernah ibu berikan kepadamu telah menjadi bagian dari dirimu dalam cara kamu mencintai, bertahan, dan menjalani kehidupan.

Jadi jika hari ini aku masih merasa sedih dan merindukannya, tidak apa-apa. Aku tidak harus selalu terlihat kuat. Biarkan diriku merasakan rindu itu, tetapi jangan berhenti melangkah. Jadikan kenangan tentang ibu sebagai alasan untuk terus menjadi seseorang yang baik dan membanggakan.

Karena mungkin rumah yang hangat itu tidak selalu bisa kita miliki dalam bentuk yang sama seperti dulu. Tetapi kita masih bisa menciptakan kehangatan itu dalam hidup kita sendiri dengan menyayangi orang-orang yang masih ada, menghargai waktu bersama mereka, dan suatu hari nanti menjadi tempat pulang yang hangat bagi orang lain.

Ibu mungkin sudah tidak bisa menjadi tempatku pulang secara fisik, tetapi cinta dan kenangannya akan selalu menjadi bagian dari perjalananku. Jangan takut untuk terus hidup, karena melanjutkan hidup bukan berarti melupakan ibu. Justru dengan terus menjalani hidup dengan baik, kamu sedang membawa sebagian dari cinta ibu bersamamu.(*)

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...