Konektivitas Untuk Pertumbuhan yang Berkualitas

Pertumbuhan yang Berkualitas
Sampai saat ini Maluku Utara masih memimpin pertumban ekonomi tertinggi di Indoensia. Pada triwulan I 2026, Maluku Utara mengalami pertumbuhan sebesar 19,64%, dan pada triwulan II 2026 mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 15,35%.
Pada Tingkat nasional, triwulan II tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indoensia mencapai 5,29%. Ini berarti bahwa, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara hampir tiga kali lipat dari pertumbuhan ekonomi nasional. Malu Utara, bahkan pada tahun 2022 dapat mencapai pertubuhan konomi sebesar 22%.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi idealnya berkolerasi positif dengan indikator pembangunan yang lain terutama kualitas hidup manusia.
Data BPS tahun 2025 menunjukan 10 provinsi dengan kualitas hidup terbaik di Indonesia adalah provinsi provinsi bukan sentra hilirisasi tambang, seperti Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara.
DKI Jakarta (85,05) dan DI Yogyakarta (82,48) menempati urutan pertama dan kedua, menyusul Kepulauan Riau (80.53), Kalimantan Timur (79,39), Bali (79,37), Sumatera Barat (77,27), Banten (77,25), Sumatera Utara (76,47), Sulawesi Utara (76,32) dan Provinsi Riau (76,31). Sementara Provinsi Maluku Utara mencapai 72,52.
Untuk mengukur kualitas hidup masyarakat, BPS menggunakan Indeks Pembagunan Manusia (IPM). IPM dibentuk oleh tiga dimensi yaitu umur panjang dan sehat, pengetahuan dan standar hidup layak.
Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, jika pertumbuhan ekonomi yang tinggi diikuti dengan IPM yang tinggi. Artinya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan ikut meningkat umur panjang dan sehat, pengetahuan yang meningkat, dan meningkatnya standar hidup layak.
Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang tinggi banyak dibentuk oleh kontribusi investasi pengolahan nikel dan ekspor produk turunan nikel yang tinggi, bukan dibentuk oleh konsumsi masyarakat dan ekspor komiditi produk turunan pala, cengkeh, kelapa, hasil laut , hasil industri kreatif dan pariwisata serta komiditi unggulan lokal lainnya.
Baca Halaman Selanjutnya..



Komentar