Wagub Maluku Utara Ingatkan Sekolah dan SPPG Jaga Kualitas MBG

Ternate, malutpost.com -- Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Utara, Sarbin Sehe, menegaskan kepada seluruh sekolah dan pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar memperhatikan kualitas makanan.
Ia mengatakan, pelaksanaannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan, terutama dalam hal penyimpanan dan penyajian makanan. Kemudian terkait kebersihan, kelayakan, hingga waktu distribusi makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, makanan yang diberikan kepada siswa harus benar-benar layak konsumsi dan ditempatkan pada lokasi yang bersih.
"Sekolah ketika makanan program tiba, letakkanlah di tempat yang layak dan terhormat. Jangan diletakkan di lantai," tegas Sarbin, Minggu (9/8/2026).
Sarbin mengaku telah turun langsung melihat kondisi pelaksanaan MBG di lapangan. Dari hasil pemantauannya, Wagub Sarbin mengaku masih ditemukan makanan yang akan disantap anak-anak justru diletakkan di lantai.
Ia menilai kondisi tersebut tidak semestinya terjadi dalam program yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak.
"Bayangkan, makanan yang akan disantap anak-anak justru diletakkan di lantai. Bagaimana mungkin bisa diterima?" ujarnya.
Tak hanya persoalan tempat penyimpanan, Sarbin juga menyoroti lamanya waktu makanan disimpan sebelum dikonsumsi siswa. Wagub juga menemukan terkait jarak waktu masak dan saat dikonsumsi siswa terlalu lama.
"Wajar jika kesehatan dan daya tahan tubuh anak-anak terganggu. Inilah yang harus kita perbaiki dan kita evaluasi bersama," tegasnya.
Sarbin meminta pihak sekolah tidak hanya menerima makanan dari pihak pengantar, tetapi juga memastikan makanan tersebut diterima dan disimpan dengan cara yang benar.
Ia juga meminta sekolah berani mempertanyakan kondisi makanan apabila proses pengantarannya terlambat atau makanan sudah dalam keadaan dingin.
"Apabila pengantar makanan terlambat atau makanan sudah dingin, tanyakan kapan makanan tersebut dimasak. Itu hak kita untuk memastikan anak-anak mendapat makanan yang sehat dan aman," tegas Sarbin.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat mulai dari pengelola dapur SPPG, pihak sekolah, hingga petugas distribusi untuk memperkuat koordinasi dan evaluasi.
Sarbin menegaskan, pengawasan terhadap MBG harus menjadi tanggung jawab bersama. Apalagi, program tersebut menyasar anak-anak yang membutuhkan asupan gizi yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan.
"Terutama di Maluku Utara, di mana kita paham betul kondisi anak-anak kita," pungkasnya. (nar)




Komentar