Catatan
Demokrasi dalam Ancaman Otokrasi

Dengan kerangka Applebaum ini menarik digunakan untuk membaca berbagai dinamika yang berkembang di Indonesia hari ini.
Pertama, makin menguatnya hubungan antara kekuasaan politik dan oligarki ekonomi.
Applebaum dalam perspektifnya, menyebut, ini salah satu ciri utama Autocracy, Inc. Yaitu kaburnya batas antara kepentingan negara dan kepentingan kelompok elite. Kebijakan publik kerap lebih menguntungkan kelompok yang memiliki kedekatan dengan pusat kekuasaan dibandingkan masyarakat luas (Applebaum, 2024 : 39–48).
Di Indonesia, berbagai kritik mengenai kedekatan pengusaha besar dengan pengambil kebijakan, memperlihatkan pentingnya menjaga transparansi dan akuntabilitas agar kepercayaan publik terhadap negara tidak semakin menurun.
Kedua, propaganda menjadi instrumen yang makin penting. Ditegaskan Applebaum, rezim modern tidak hanya mengandalkan sensor, tetapi juga membanjiri ruang publik dengan narasi yang membingungkan masyarakat sehingga sulit membedakan fakta dan propaganda (Applebaum, 2024 : 61–74).
Era media sosial ini, informasi bergerak sangat cepat. Polarisasi politik, penyebaran disinformasi, serta pembentukan opini melalui jaringan digital menjadi tantangan nyata bagi demokrasi Indonesia. Persoalannya bukan sekadar berita bohong, melainkan kemampuan propaganda mengubah persepsi masyarakat terhadap realitas.
Ketiga, adanya pelemahan institusi pengawas.
Berangkat dari pandangan Applebaum, demokrasi mulai mengalami kemunduran tatkala lembaga-
lembaga yang seharusnya mengawasi kekuasaan, kehilangan independensinya (Applebaum, 2024 : 89–101).
Lembaga penegak hukum, parlemen, maupun media menjadi kurang efektif apabila terlalu dekat dengan kepentingan politik.
Untuk konteks Indonesia, berbagai kritik terhadap independensi sejumlah institusi negara menegasikan, kualitas demokrasi tidak hanya bergantung pada pemilu, tetapi juga pada kekuatan mekanisme pengawasan.
Baca Halaman Selanjutnya..



Komentar