Jaga Lingkungan dan Perkuat K3, NHM Pertahankan Sertifikasi ISO

IMG 20260912 WA0007
Pihak auditor dan NHM saat melakukan evaluasi K3 melalui Standar ISO SML serta SMK3L.

Halut, malutpost.com – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melaksanakan audit surveillance 2 terhadap penerapan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001:2015 serta Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3L) ISO 45001:2018.

Audit yang berlangsung pada 25-27 Agustus 2026 tersebut dilaksanakan di area Tambang Emas Gosowong. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan berkala untuk memastikan penerapan sistem manajemen perusahaan tetap berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Audit dilakukan oleh auditor eksternal dari TSI Serikat Internasional, Yayuk Sri Rejeki dan Ir. Kristiawan Hartanto. Berdasarkan rilis yang diterima malutpost.com, Sabtu (12/9/2026), tim auditor melakukan kunjungan langsung ke sejumlah area kerja di Gosowong serta wawancara dengan penanggung jawab dari masing-masing departemen NHM.

Melalui proses tersebut, auditor meninjau penerapan sistem di lapangan sekaligus menggali informasi dari pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan sistem manajemen di area operasional.

Pelaksanaan audit surveillance 2 juga menjadi bagian dari pengawasan badan sertifikasi untuk melihat konsistensi NHM dalam memenuhi persyaratan ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018.

Bagi NHM, proses ini menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan untuk memastikan sistem yang diterapkan tetap relevan dan efektif, sekaligus mendukung peningkatan kinerja di bidang lingkungan serta keselamatan dan kesehatan kerja.

Manajer HSE NHM, Widi Wijaya, menjelaskan bahwa setelah sertifikasi awal, terdapat dua tahapan audit surveillance dalam satu siklus sertifikasi. Audit surveillance 2 merupakan tahapan kedua sebelum perusahaan memasuki proses sertifikasi ulang yang direncanakan pada 2027.

“Melalui audit surveillance 2, perusahaan dapat mengetahui apakah sistem yang telah diterapkan masih sesuai dengan standar ISO. Hasil audit ini juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat hal-hal yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan sebelum memasuki tahapan sertifikasi ulang,” kata Widi.

Sementara itu, auditor eksternal TSI Serikat Internasional, Yayuk Sri Rejeki, mengatakan audit surveillance 2 merupakan bagian dari upaya NHM menjaga konsistensi penerapan standar pengelolaan lingkungan serta keselamatan dan kesehatan kerja.

Menurutnya, penerapan ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018 tidak semata-mata untuk memenuhi persyaratan sertifikasi, tetapi juga diharapkan menjadi bagian dari sistem perusahaan yang mendorong perbaikan secara berkelanjutan.

“Berdasarkan hasil audit surveillance 2 yang telah dilaksanakan, NHM dinyatakan memenuhi persyaratan ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018, sehingga sertifikasi kedua standar tersebut dapat dipertahankan. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem manajemen yang diterapkan telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam standar ISO,” tandasnya.

Sejalan dengan proses tersebut, NHM terus berupaya meningkatkan standar pengelolaan lingkungan dan K3 melalui penerapan sistem yang terukur, evaluasi berkala, serta kepatuhan terhadap ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga praktik operasional yang bertanggung jawab sekaligus memperkuat kinerja di bidang lingkungan, keselamatan, kesehatan kerja, dan keberlanjutan sesuai kaidah pertambangan yang baik. (one)

Komentar

Loading...