Ketika Birokrat Tertinggi Membidik Kursi Kekuasaan

Menakar Etika di Ruang Publik

Fadlum Marsaoly

Dampaknya Terhadap Tata Kelola Pemerintahan

Sedikitnya ada tiga dampak yang ingin penulis uraikan ketika seorang Sekda aktif berpolitik, dampak buruknya akan menjalar ke seluruh sendi birokrasi daerah seperti,dampak yang pertama runthnya profesionalisme dan solidaritas ASN.

Sekda adalah pembina ASN di daerah. Jika pembinanya bermanuver, maka ASN di bawahnya akan terfragmentasi menjadi faksi-faksi politik.

ASN tidak lagi fokus pada pelayanan publik, melainkan disibukkan dengan urusan "menaruh taruhan" pada faksi mana yang akan menang, kemudian diskriminasi dalam pelayanan public dan anggaran.

Kebijakan yang diambil oleh Sekda yang bermanuver cenderung bias. Alokasi anggaran dan pembangunan tidak lagi didasarkan pada skala prioritas kebutuhan masyarakat, melainkan pada kalkulasi elektoral (daerah mana yang menjadi lumbung suara potensial).

Dan yang terakhir ialah, deadlock pemerintahan (jika konflik dengan kepala daerah). Sering terjadi Sekda bermanuver untuk menantang kepala daerah petahana pada Pilkada berikutnya.

Jika ini terjadi, akan muncul "matahari kembar" di pemerintah daerah. Hubungan kerja menjadi disharmonis, koordinasi macet, dan pengambilan keputusan penting (seperti pengesahan APBD) sering kali mengalami jalan buntu (deadlock).

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...