El Nino dan Kolaborasi Produktif

Dampak El Nino ini bersifat berantai, efek domino termasuk dalam bidang ekonomi, kebakaran hutan tahun 2019, kerugian sebesar Rp. 75 triliun dan pada tahun 2025 sebesar Rp. 6,7 triliun.
Solusi Permanen
Kebakaran hutan trennya menurun dalam beberapa tahun terakhir, namun menurunnya kebakaran hutan bersamaan dengan curah hujan di setiap tahun. Curah hujan berkorelasi positif dengan banjir dan longsor.
Data PNBP menunjukan tren kenaikan banjir, longsor dan cuaca ekstrim tiap tahun. Pada tahun 2022 terjadi 3,544 bencana, tahun 2023 terjadi 4.940 bencana, kemudian naik pada tahun 2024 menjadi 5.593 bencana.
Pengendalian kebakaran hutan merupakan kegiatan yang bersifat multipihak. Kolaborasi harus dibangun secara produktif. Program dan kegiatan yang bersifat kolaborasi, pra kondisi sangat diperlukan agar kegiatan utama berjalan efektif dan efesien.
Instansi utama harus mengidentifikasi dan pemetakan kondisi dan karakteristik landskap areal sasaran program dan kegiatan dan sekitarnya. Pada tahap ini, termasuk mengindentifikasi instansi yang terkait, baik instansi utama maupun instansi pendukung.
Harus memastikan areal yang yang sasaran kegiatan adalah areal yang gampang terbakar dan rutin terbakar tiap tahun. Kemampuan membaca kondis tapak sangat diperlukan. Pendekatan THIS (Tematik, Holistik, Integratif dan Spasial) dalam perencanaan harus dilakukan.
Tahap berikut adalah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD). FGD dilaksanakan untuk mencari informasi lebih lanjut permasalahan tapak, menghimpun berbagai pendapat dan program dan kegiatan yang akan dan telah berjalan, mencari solusi permasalahan tapak dan membangun konsensus.
Berdasarkan data dan informasi tapak dan hasil FGD, dibangun formula yang tepat dalam penyusun program dan kegiatan serta dibangun kelembagaan yang sesuai kondisi dan kebutuhan tapak.
Program dan kegiatan serta bentuk kelembagan harus melibatkan semua pihak terkait dari tapak sampai provinsi. Program dan kegiatan strategis pemerintah kabupaten/kota dan provinsi terkait harus dipastikan masuk dalam program dan kegiatan pengendalian kebakaran hutan terintegrasi di tapak ini. (*)



Komentar