Porprov 2026, Malut Bangkit dan Juara

Ketua KONI Maluku Utara, Sarbin Sehe, mendengungkan kebenaran fundamental ketika menyatakan bahwa olahraga adalah kehidupan masa depan kita ketika SDA habis.
Porprov di Tobelo harus menjadi laboratorium untuk menemukan talenta-talenta murni dari pelosok pulau, mulai dari Kepulauan Sula, Ternate, Tidore, hingga Halmahera Timur, Selatan, Barat Utara dan Tengah, untuk kemudian ditempa menjadi "komoditas ekspor" baru berupa atlet-atlet elit nasional maupun internasional.
Namun, visi menuju "Juara" tidak akan pernah tercapai jika pasca-Porprov ini berakhir, semua venue kembali sepi dan berdebu. Kebangkitan yang sejati menuntut adanya standardisasi pelatih hingga ke level desa dan tata kelola organisasi cabor yang bersih dari intrik politik praktis.
Dana hibah belasan miliar tidak akan berarti apa-apa jika tata kelola keuangan organisasi olahraga masih bersifat amatir. Profesionalisme yang ditunjukkan di Tobelo selama 8 hingga 15 Juni 2026 ini harus dijadikan standar baru (benchmark) dalam mengelola event-event olahraga lokal ke depan.
Aspek kedua dari jargon Porprov tahun ini adalah kata "Juara". Menjadi juara bukan sekadar urusan mengumpulkan medali emas terbanyak di papan klasemen untuk dibawa pulang ke kabupaten masing-masing. Menjadi juara yang hakiki di dalam rahim Porprov adalah keberhasilan kita dalam memelihara nilai tertinggi dalam olahraga: _Sportivitas_
Ketika para bupati dan wali kota melepas kontingen mereka seperti pelepasan 115 atlet dari Kepulauan Sula, 143 orang dari Halmahera Tengah, 300an orang dari Halmahera Selatan hingga ratusan atlet dari Ternate dan Tidore, pesan yang digaungkan seragam: jaga nama baik daerah, tunjukkan karakter yang mulia, dan hindari gesekan fisik yang merusak pertemanan.
Mengapa pesan ini begitu krusial? Karena olahraga memiliki kekuatan unik yang tidak dimiliki oleh politik. Jika politik sering kali memecah belah masyarakat ke dalam kotak-kotak kepentingan, maka olahraga di arena Porprov justru menyatukan perbedaan tersebut ke dalam satu gelanggang rasa hormat.
Baca Halaman Selanjutnya..



Komentar