Porprov 2026, Malut Bangkit dan Juara

Kebangkitan ini pun mendapat suntikan komitmen konkret yang segar dari tataran regulasi dan kebijakan anggaran. Langkah Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe yang menggelontorkan dana hibah sebesar Rp11 miliar langsung kepada 35 Cabang Olahraga (Cabor), disertai penekanan keras untuk "mengurangi formalitas acara seremonial," menandai babak baru.
Ada kesadaran kolektif yang mulai tumbuh bahwa fondasi olahraga tidak dibangun di atas panggung pidato yang megah, melainkan di atas lapangan semen yang retak di desa-desa, melalui peluit pelatih yang bersertifikasi, serta gizi atlet yang terpenuhi.
Jika kita menelaah lebih dalam esensi dari frasa "Bangkit", hal ini mengisyaratkan sebuah proses pemulihan dari ketertinggalan. Harus diakui secara jujur dan berani, prestasi olahraga Maluku Utara di tingkat nasional, seperti pada perhelatan PON, belum mencerminkan kebesaran nama daerah ini.
Padahal, secara antropologis dan fisik, pemuda-pemudi di jazirah Al-Mulk memiliki modalitas genetika dan ketahanan fisik luar biasa yang ditempa oleh alam kepulauan. Kegagalan kita selama ini adalah kegagalan manajemen, minimnya infrastruktur modern, dan ketiadaan kompetisi yang ajek.
Oleh karena itu, Porprov Maluku Utara V di Halmahera Utara ini harus diletakkan dalam kerangka berpikir jangka panjang, sektor olahraga harus mulai dipandang sebagai investasi masa depan yang mutlak.
Di tengah masifnya eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) Maluku Utara saat ini, kita harus sadar bahwa nikel dan hasil tambang lainnya suatu saat akan habis. Ketika bumi tak lagi menghasilkan bijih tambang, apa yang tersisa untuk masa depan generasi muda kita?
Jawabannya adalah investasi pada manusia (human investment), dan olahraga adalah salah satu pilar utamanya. Olahraga, jika dikelola secara industri dan profesional, berkelindan erat dengan sektor pariwisata (sports tourism) dan ekonomi kreatif yang tak akan pernah habis digerus zaman.
Baca Halaman Selanjutnya..



Komentar