Tangisan Anak Joronga untuk Ibu Gubernur Malut

Fajri G. Sumbalatu

Ironisnya, persoalan ini berlangsung di tengah berbagai narasi tentang pemerataan pembangunan. Masyarakat tentu bertanya, mengapa infrastruktur telah dibangun tetapi pelayanan belum dihadirkan?

Mengapa proyek yang dimulai sejak 2018 belum juga memberikan manfaat nyata bagi warga? Pertanyaan-pertanyaan ini layak mendapatkan jawaban yang terbuka dan bertanggung jawab.

Melalui tulisan ini, kami ingin menyampaikan harapan kepada Ibu Gubernur Maluku Utara, Serly Tjoanda. Sebagai pemimpin daerah, kami percaya bahwa keadilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya proyek yang dibangun, tetapi dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat hingga ke wilayah-wilayah pesisir dan pelosok.

Yang Kami Harapkan dari Ibu Gubernur

Pertama, melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap proyek kelistrikan Bajo Joronga yang telah berlangsung sejak tahun 2018. Masyarakat berhak mengetahui penyebab utama mengapa jaringan listrik yang telah dibangun belum dapat beroperasi hingga hari ini.

Kedua, mempercepat penyambungan dan pengoperasian jaringan listrik ke seluruh rumah warga. Infrastruktur yang telah tersedia tidak boleh terus dibiarkan menjadi simbol pembangunan yang tidak selesai.

Ketiga, membuka informasi secara transparan mengenai penggunaan anggaran, perkembangan proyek, serta target waktu penyelesaian agar masyarakat memperoleh kepastian dan tidak terus hidup dalam ketidakjelasan.

Keempat, menghadirkan solusi sementara yang dapat meringankan beban masyarakat selama proses penyelesaian berlangsung, khususnya terkait biaya operasional genset yang selama ini ditanggung secara mandiri oleh warga.

Kami tidak sedang meminta kemewahan. Kami hanya meminta hak dasar yang seharusnya dinikmati oleh setiap warga negara. Sebab listrik bukan hanya tentang terang di malam hari, melainkan tentang kesempatan untuk hidup lebih baik.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...