Catatan
Rencana PHK, Tambang dan Kegagalan Membangun Masa Depan Daerah?

Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Halmahera Selatan saat ini adalah pusat deposit mineral strategis nasional. Tetapi sejarah dunia menunjukkan bahwa daerah kaya sumber daya sering justru terjebak dalam apa yang disebut kutukan sumber daya alam.
Daerah kaya mineral mengalami pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi juga menghadapi ketimpangan, konflik sosial, ketergantungan ekonomi, dan kerusakan ekologis jangka panjang.
Maluku Utara sedang, dan bergerak ke arah itu. Kita harus jujur mengatakan bahwa hingga hari ini pemerintah daerah belum sungguh-sungguh menyiapkan ekonomi alternatif pascatambang.
Perikanan berkelanjutan belum diperkuat secara serius. Pertanian pesisir masih lemah. Pariwisata bahari belum menjadi prioritas utama.
UMKM lokal masih hidup di pinggir arus investasi raksasa. Bahkan banyak kebutuhan dasar masyarakat di sekitar kawasan tambang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Apa artinya, ini berarti daerah tambang bertumbuh secara ekonomi, tetapi belum mandiri secara struktural. Dan, yang paling mengkhawatirkan adalah munculnya ketergantungan sosial baru.
Ribuan anak muda kini menggantungkan hidup pada industri tambang, dan mengorbankan masa depan pendidikan mereka. Ketika industri melambat, mereka menjadi kelompok pertama yang terkena dampak.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar