Refleksi Akhir Tahun : Manifesto Pendidikan Tinggi Halteng

dr. Akbar Kapissa Baharsyah

Oleh: dr. Akbar Kapissa Baharsyah, Sp.B
(Dokter Spesialis Bedah dan Eks Direktur Lembaga Kesehatan PB HMI)

Di tengah perbincangan nasional mengenai arah baru kebijakan pendidikan Indonesia, menarik untuk mencermati bagaimana gagasan besar itu diterjemahkan di tingkat daerah.

Halmahera Tengah, kabupaten yang tengah mengalami akselerasi ekonomi akibat hadirnya industri berskala besar, berada pada persimpangan penting.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Senin, 29 Desember 2025

Pertumbuhan ekonomi yang cepat harus diimbangi dengan kebijakan pendidikan yang visioner agar pembangunan tidak hanya menghasilkan angka, tetapi juga kualitas manusia.

Selama bertahun-tahun yang lalu, pendidikan di Halmahera Tengah cenderung berjalan dalam pola rutin. Anggaran pendidikan sebagian besar terserap untuk belanja operasional, sementara investasi strategis pada pengembangan sumber daya manusia, khususnya pendidikan tinggi, belum menjadi arus utama kebijakan.

Akibatnya, banyak anak daerah yang melanjutkan pendidikan ke luar tanpa skema keberlanjutan yang jelas untuk kembali dan berkontribusi bagi daerah asalnya.

Perubahan baru mulai terlihat dalam dua tahun terakhir. Dibawah komando Bupati Dr.Ir. Ikram M.Sangadji,MSi, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah meningkatkan komitmen pembiayaan pendidikan melalui program beasiswa daerah.

Pada tahun anggaran 2025, alokasi beasiswa pendidikan tercatat sekitar Rp. 19,5 miliar, mencakup jenjang sarjana, magister, doktoral hingga Pendidikan dokter dan dokter spesialis. Anggaran ini direncanakan meningkat pada 2026 menjadi sekitar Rp. 32 miliar.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...