Paradoks Guru Digital di Maluku Utara

Guru digital di tanah yang belum teraliri internet sesungguhnya bukan masalah kurangnya kompetensi, melainkan kurangnya keadilan. Mereka sudah siap berubah, tapi negara belum sepenuhnya hadir.
Saatnya pemerintah berhenti menjadikan guru di wilayah 3T sebagai ‘kelinci percobaan kebijakan’, dan mulai menjadikan mereka prioritas nyata.
Digitalisasi akan berhasil bukan ketika semua anak bisa pegang tablet, tapi ketika tidak ada lagi guru yang harus mencari sinyal di tengah laut demi mendidik anak bangsa. Itu baru namanya transformasi. Bukan ilusi! (*)



Komentar