(Refleksi Hari Ayah Nasional)
On Father’s Day, Remember the Fatherless

Disinilah peran ayah menjadi sangat penting dalam memerankan secara totalitas sosok ayah ideal sehingga anak mampu mencatatnya dalam memorinya sebagai figur ayah yang ia pahami selamanya.
Selain menjadi figur bagi anak, ayah memiliki peran unik yang berbeda dari ibu. Ia lebih banyak menanamkan rasa percaya diri, disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan anak dalam menghadapi tantangan hidup.
Memaksimalkan Peran Ayah
”Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)” yang diluncurkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) pada 21 April 2025 cukup menjadi angin segar dalam Upaya mencegah fenomena "fatherless" atau kurangnya kehadiran ayah dalam kehidupan anak.
Kita menyadari pentingnya ayah bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, namun kita perlu terus menguatkan peran Ayah sebagai pemimpin dalam keluarga.
Disinilah diperlukan adanya program edukasi pengasuhan bagi ayah, regulasi jam kerja yang memungkinkan keterlibatan harian ayah dalam keluarga, serta kampanye untuk mengembangkan kesadaran pentingnya kehadiran ayah di keluarga.
Dalam satu Kampanye Keayahan di Jepang ada Pepatah yang baik untuk kita para ayah ; “Ikuji wo shinai otoko wo, chichi to wa yobanai” yang berarti ; laki – laki yang tidak mengasuh anak – anaknya, tidak bisa disebut sebagai seorang ayah. (*)
Selamat Hari Ayah.



Komentar