Generasi Muda Viralkan #KaburAjaDulu

Harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, UKT yang semakin mahal, sulitnya mencari pekerjaan setelah lulus, rendahnya upah, minimnya fasilitas kesehatan, tingginya angka kriminalitas dan pajak, hingga penyelewengan yang kerap dilakukan oleh aparat ataupun pejabat.

Itu semua kemudian menjadi diskusi yang semakin serius di media sosial. Realita tersebut kemudian membentuk rasa pesimis dan skeptis terhadap kelangsungan hidupnya di Indonesia sehingga semakin banyak pemuda yang kemudian memutuskan untuk pergi dan mencari peruntungan di luar negeri.

Mereka yang memutuskan untuk hijrah ke luar negeri rata-rata berada di usia produktif antara 25 hingga 30 tahun dengan talenta terampil dan berpendidikan tinggi.

Fenomena ini kemudian dikenal dengan istilah brain drain. Mereka memilih pindah ke negara lain, bahkan berganti kewarganegaraan, demi meraih standar hidup, pendidikan, dan jenjang karier yang lebih baik di luar negeri.

Perlu diketahui bahwa menurut data terakhir yang dikeluarkan BPS pada Agustus 2024, rata-rata gaji pekerja di Indonesia berkisar pada 3,27 juta rupiah. Sudah tentu, angka tersebut jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar sandang, pangan, dan papan.

Beberapa video kemudian viral dan mendorong generasi muda untuk meninggalkan Indonesia. Video itu antara lain Kades Sukamulya bernama Dodi yang mundur dari jabatannya dan memilih untuk bekerja di Jepang; video tiktok dari akun Alvin’s Learning Diary yang membagikan kisahnya mundur dari PNS dan pindah ke Jerman.

Video itu bahkan mendapatkan 80 juta like; konten kreator Indonesia yang berada di luar negeri untuk studi atau bekerja seperti Bima Yudho, Ikam, Julio, dan lain-lain juga gencar memberikan rekomendasi negara-negara mana yang sepadan untuk dijadikan tujuan.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...