Bagian II

Saran untuk Gubernur Terpilih Maluku Utara, Sherly Tjoanda

Sebagaimana yang selama ini beredar di media massa, masyarakat berharap pada Pemerintah Provinsi mampu memediasi dan mengadvokasi konflik industri tambang dengan masyarakat adat (hak ulayat). Mengamplifikasi isu-isu lingkungan ekologis agar para pihak yang terkait bertanggungjawab memulihkan dampak ekologis yang terjadi.

Ekonomi perikanan seyogyanya menjadi fokus utama Pemerintah Daerah di Maluku Utara. Wilayah laut yang luas, menjadi pusat kelahiran bayi tuna (pemijahan tuna) yang akan bermigrasi ke laut pasifik, pusat berkumpulnya ikan cakalang, dan menjadi ekosistem bagi beraneka ragam ikan dengan kekayaan terumbu karangnya, diharapkan mampu menjadikan Maluku Utara pusat produksi ikan nasional.

Melalui visi tersebut, Nilai Tukar Nelayan (NTN) Maluku Utara yang sebesar 98,22 (Data BPS, April 2024), di bawah rata-rata nasional sebesar 102, diharapkan akan mampu ditingkatkan, bahkan hingga di atas angka nasional.

NTN di bawah angka 100 berarti pertumbuhan pendapatan nelayan di Maluku Utara lebih kecil daripada pertumbuhan pengeluaran rumah tangga yang dikeluarkan. Pendapatan dari hasil penjualan hasil perikanannya belum cukup memenuhi kebutuhan pengeluaran rumah tangganya.

Sektor perikanan tangkap membutuhkan fasilitas penyimpanan (storage) yang cukup, agar hasil perikanan tangkap dapat disimpan lebih lama, dan dikeluarkan secara bertahap. Musim ikan tidak sepanjang tahun, namun hanya berlangsung beberapa bulan.

Pengaturan masa penangkapan ikan juga akan memberikan kesempatan bagi ikan untuk melakukan pemijahan (perkembangbiakan). Saat musim ikan, penangkapan ikan dapat berlebih (over-supply), sehingga diperlukan fasilitas storage yang memadai.

Pemerintah daerah perlu mempertimbangkan penyediaan storage sebagai prioritas, sebelum naik kelas untuk mengembangkan industri pengolahan hasil perikanan.

Storage harus dipenuhi ketersediaanya dalam jangka pendek, sedangkan dalam jangka panjang, BUMD maupun mekanisme penyertaan modal daerah dapat menginisiasi tumbuhnya industri pengolahan hasil perikanan agar memberikan nilai tambah lebih tinggi, termasuk dalam menyerap tenaga kerja.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...