Hari Guru 2026, Gubernur Sherly dan Forkopimda Turun Mengajar

IMG 20261106 WA0042
Kadikbud Abubakar didampingi Kepala GTK Dikbud Ramli Kamaluddin saat meluncurkan kegiatan Hari Guru Nasional tahun 2026 di Ruang Rapat SMAN 4 Ternate.

Ternate, malutpost.com – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2026 di Maluku Utara (Malut) akan diwarnai kegiatan berbeda.

Gubernur Sherly Tjoanda bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Samsuddin A. Kadir, Kapolda, Pangdam, hingga para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov), dijadwalkan turun langsung ke sekolah untuk mengikuti kegiatan inovatif Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut, yakni Satu Hari Mengajar.

Melalui kegiatan ini, para pejabat daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan mengambil peran sebagai tenaga pengajar selama satu hingga dua jam di ruang kelas. Program tersebut diharapkan memberi pengalaman langsung kepada para pengambil kebijakan tentang tantangan dan perjuangan guru dalam mendidik generasi muda.

Sekaligus menjadi salah satu agenda utama Dikbud Malut dalam memeriahkan HGN 2026. Bahkan, Kapolda Malut telah lebih dahulu memberikan kesediaan turun langsung mengajar di sekolah.

Kepala Dikbud Malut Abubakar Abdullah mengatakan, peringatan HGN tahun ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk merefleksikan kembali peran dan pengabdian guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menurut dia, terdapat 6.214 guru yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Malut. Mereka memiliki peran penting dalam membangun karakter serta menyiapkan generasi masa depan daerah.

"Momentum hari guru kali ini kami manfaatkan untuk merefleksikan kembali peran dan kemuliaan guru. Kami ingin melibatkan seluruh pemangku kepentingan, tokoh daerah, hingga media untuk ikut mengartikulasikan betapa vitalnya posisi guru bagi bangsa ini," ujar Abubakar dalam konferensi pers di SMAN 4 Kota Ternate, Jumat (6/11/2026).

Dia menjelaskan, melalui tema "Guru Hebat Indonesia Kuat", Dikbud ingin mendorong gerakan penghormatan terhadap guru agar tidak berhenti pada kegiatan peringatan, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian dan aksi nyata.

Salah satu perhatian utama adalah kondisi guru yang bertugas di wilayah pelosok. Selain menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan, sebagian guru juga masih tinggal di rumah yang belum layak huni. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah masih banyaknya ruang kelas yang mengalami kerusakan berat.

Karena itu, kata Aka sapaan karibnya, momentum HGN 2026 diharapkan dapat membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi para pendidik, termasuk melalui gerakan filantropi dan partisipasi berbagai pihak untuk membantu guru di wilayah terpencil.

Selain persoalan kesejahteraan, perlindungan hukum terhadap guru juga menjadi perhatian Dikbud Malut. Abubakar mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolda Malut agar persoalan hukum yang muncul dalam proses pembinaan peserta didik di sekolah dapat diselesaikan melalui pendekatan edukatif dan kekeluargaan, termasuk penerapan keadilan restoratif atau restorative justice sesuai ketentuan yang berlaku.

Pihak kepolisian, kata dia, menyambut baik komitmen tersebut. Namun, guru juga diingatkan agar tetap mengedepankan etika dan profesionalisme dalam menjalankan tugas mendidik.

Aka berharap, seluruh rangkaian kegiatan HGN 2026 dapat memperkuat penghargaan terhadap profesi guru sekaligus mendorong keterlibatan pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik di Maluku Utara.

Sementara itu, Ketua Panitia HGN 2026 yang juga Kabid GTK Dikbud Malut Ramli Kamaluddin mengatakan, rangkaian peringatan tahun ini turut diisi dengan pemberian penghargaan kepada guru berprestasi di tingkat SMA, SMK, dan SLB.

Penghargaan tersebut mencakup sejumlah kategori, yakni Guru Berprestasi, Guru Inspiratif, Guru Kreatif dan Inovatif, Guru Berdedikasi, serta Guru Pengabdi Wilayah Terpencil dan Pelosok.

"Kami ingin memberi penghormatan khusus kepada guru-guru yang bertugas di daerah terisolir. Mereka harus berjalan kaki berjam-jam, bahkan bertaruh nyawa menyeberangi sungai menggunakan rakit demi sampai di sekolah," ungkap Ramli.

Selain itu, berbagai kegiatan turut disiapkan untuk menyemarakkan peringatan HGN 2026. Di antaranya Lomba Menyanyikan Hymne Guru antarlembaga OPD, jalan santai bersama guru di seluruh kabupaten/kota, upacara bendera serentak, malam apresiasi guru, serta lomba penulisan berita pendidikan (Education News) bagi jurnalis.

"Melalui lomba tersebut, wartawan diharapkan dapat mengangkat kisah inspiratif dan perjuangan guru di pelosok yang selama ini belum banyak mendapat perhatian publik," tutup Ramli. (cr-01)

Komentar

Loading...