Pemkot Ternate Cabut Status Darurat Karhutla TPA Buku Deru-Deru

Ternate, malutpost.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi mencabut status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di UPTD TPA Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome, setelah tiga pekan melakukan upaya pemadaman intensif.
Krisis lingkungan yang sempat mengancam keselamatan ribuan warga berhasil ditangani melalui kolaborasi lintas sektor dan penerapan metode pemadaman bawah tanah.
Kebakaran di area TPA Buku Deru-Deru mulai terdeteksi pada 4 Oktober 2026. Kondisi dengan cepat memburuk akibat terbakarnya tumpukan sampah hingga kedalaman 10 meter yang memicu kepulan asap berbahaya akibat gas metana.
Puncak krisis terjadi pada 17 Oktober 2026, dengan munculnya 92 titik api yang melanda area seluas kurang lebih 11 hektare di zona aktif TPA dan lereng Gunung Gamalama.
Berdasarkan data spasial BPBD Kota Ternate, kabut asap berdampak langsung terhadap 6.768 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 671 jiwa masuk kelompok rentan, terdiri atas 304 lansia, 240 balita, 67 bayi, serta 60 ibu hamil dan menyusui.
Kondisi udara sempat memburuk drastis. Konsentrasi partikulat PM2.5 di permukiman warga mencapai 278 mikrogram per meter kubik, jauh melampaui angka 25 mikrogram per meter kubik yang disebut sebagai ambang batas aman.
Pada pekan-pekan awal, penyiraman permukaan secara konvensional terbukti belum efektif menjangkau titik bara di dalam timbunan sampah padat. Kondisi ini membuat status tanggap darurat diperpanjang selama tujuh hari, terhitung 17–23 Oktober 2026.
Titik balik penanganan terjadi setelah diterapkannya metode dual-action, yakni kombinasi ekskavasi menggunakan alat berat untuk membongkar timbunan sampah yang menghambat akses dan injeksi air melalui pipa khusus yang menjangkau pusat bara di bawah tanah.
Upaya pemadaman tersebut didukung pasokan air hingga 240.000 liter per hari pada masa puncak, dengan dukungan 162 unit truk tangki.
Armada yang dikerahkan meliputi empat unit mobil pemadam kebakaran beserta armada suplai, tiga unit water cannon dari Polres Ternate dan Brimob Polda Maluku Utara, serta tujuh unit ekskavator dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara.
Dukungan juga datang melalui truk tangki suplai air dari balai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Pekerjaan Umum, hingga PDAM.
Seluruh operasi penanganan dilakukan dengan waktu respons pengerahan armada yang relatif stabil, yakni sekitar 25 menit.
Di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan bersama instansi terkait menangani 201 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Untuk melindungi warga dari paparan asap, pemerintah menyalurkan masker dan perlengkapan pelindung lainnya. Distribusi tersebut mencakup 32.550 masker bedah dan 6.360 masker respirator KN95, disertai pasokan oksigen serta sarung tangan medis bagi relawan di pusat penanganan bencana.
Warga di sekitar lokasi juga diinstruksikan menutup rapat ventilasi rumah guna mengurangi masuknya emisi berbahaya dari kebakaran.
Setelah pemadaman api bawah tanah dan pencabutan status tanggap darurat, Pemkot Ternate mengalihkan fokus pada rehabilitasi jangka panjang, termasuk pembenahan sistem pengelolaan sampah di TPA Buku Deru-Deru.
Sistem open dumping yang selama ini digunakan ditinggalkan dan diarahkan menuju sistem controlled landfill.
Sejumlah infrastruktur permanen disiapkan untuk mencegah kejadian serupa. Infrastruktur tersebut meliputi sistem pipa injeksi berupa jalur hidran yang menjangkau dasar timbunan, sistem ventilasi gas metana melalui pipa vertikal untuk melepaskan akumulasi gas secara aman, serta soil capping berupa lapisan tanah penutup untuk membatasi masuknya oksigen dan menekan risiko pembakaran.
Selain itu, pemerintah merencanakan pembangunan green buffer zone atau sabuk pepohonan sebagai zona penyangga antara area TPA dan permukiman warga di Takome serta Sulamadaha.
Pembiayaan transformasi tersebut didukung melalui alokasi APBD Kota Ternate dan intervensi teknis dari Balai Kementerian PUPR.
Dengan seluruh titik api yang dilaporkan terkendali serta tidak adanya korban jiwa maupun luka berat, krisis karhutla di TPA Buku Deru-Deru dinyatakan selesai. Pemerintah kini memusatkan perhatian pada pemulihan dan pembenahan sistem pengelolaan sampah untuk mencegah kejadian serupa terulang.


Komentar