Sediakan Kontainer, DLH Imbau Warga Sofifi Tak Buang Sampah Sembarangan

IMG 20260826 WA0039
Sampah berserakan di Jalan kilo meter 40 Ibu Kota Sofifi.

Sofifi, malutpost.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku Utara (Malut) mengambil langkah konkret untuk mengatasi kebiasaan warga membuang sampah sembarangan di sekitar jembatan samping Korem, Jalan kilo meter 40 Ibu Kota Sofifi.

Lokasi yang berada di wilayah Desa Galala itu sebelumnya menjadi salah satu titik pembuangan sampah oleh masyarakat.

Kondisi tersebut bahkan sempat mendapat perhatian Wakil Gubernur (Wagub) Sarbin Sehe yang turun langsung bersama DLH untuk meninjau sekaligus membersihkan tumpukan sampah di lokasi. Menindaklanjuti persoalan tersebut, DLH kini menyediakan bak kontainer agar masyarakat memiliki tempat pembuangan sampah yang jelas.

Plt Kepala DLH Malut Halim Muhammad mengatakan, Wagub Sarbin telah meminta agar persoalan sampah di lokasi tersebut segera dituntaskan. DLH juga diminta berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mencari lokasi penempatan kontainer.

“Kalau kita melarang masyarakat membuang sampah sembarangan, kita juga harus menyediakan tempat untuk membuang sampah. Kami sudah meminta pihak desa menunjuk lokasi untuk penempatan kontainer,” kata Halim kepada Malut Post, Rabu (26/8).

Namun, lanjut Halim, pemerintah desa mengaku tidak memiliki lokasi yang bisa digunakan untuk menempatkan kontainer di sekitar jembatan. Karena itu, DLH akhirnya menempatkan bak kontainer di depan Toko Bangunan Intisari, sekitar 200 meter dari lokasi yang selama ini menjadi tempat pembuangan sampah.

“Awalnya kami ingin kontainer ditempatkan sekitar 50 meter dari jembatan. Tapi, karena pihak desa tidak bisa menyediakan lokasi yang lebih dekat, akhirnya kami tempatkan di depan Toko Intisari,” jelasnya.

Menurut Halim, keberadaan kontainer tersebut diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini membuang sampah di sekitar jembatan. DLH juga telah memasang papan larangan membuang sampah di lokasi tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Bak itu dimaksudkan agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. Kapasitasnya sekitar empat ton dan diperkirakan bisa menampung sampah selama kurang lebih dua hari. Kami tetap melakukan pemantauan, sehingga kalau sudah penuh akan langsung diangkut,” tegasnya.

Lebih jauh, dia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kontainer yang telah disediakan dan tidak lagi membuang sampah di jembatan maupun di lokasi lainnya secara sembarangan.

Menurutnya, sampah yang dibiarkan menumpuk tidak hanya mengganggu kebersihan dan kenyamanan, tetapi juga dapat menimbulkan bau tidak sedap serta meningkatkan risiko penyebaran penyakit.

“Kalau dibuang sembarangan, dampaknya terhadap lingkungan sangat besar. Kami mengimbau masyarakat membuang sampah di tempat yang sudah disediakan. Mari sama-sama menjaga lingkungan Sofifi tetap bersih dan sehat,” pungkasnya. (cr-01)

Komentar

Loading...