Gubernur Sherly: 1.200 RTLH Rampung dalam Tiga Bulan

IMG 20260702 WA0021
Gubernur Sherly Tjoanda saat mengunjungi langsung salah satu ruang penerima bantuan RTLH Pemprov Malut. Foto: malutpost.com)

Sofifi, malutpost.com -- Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menargetkan pembangunan sebanyak 1.200 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2026 rampung 100 persen di September nanti.

Hal ini disampaikan Sherly saat meninjau langsung sejumlah rumah penerima bantuan RTLH di Sofifi didampingi Kepala Dinas Perkim Maluku Utara, Musyrifah Alhaddar di Sofifi, Rabu (1/7/2026).

Sherly menegaskan, pemerintah memastikan program RTLH tahun 2026 diberikan kepada masyarakat yang benar-benar memenuhi syarat sehingga penyalurannya tepat sasaran.

Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah persoalan di lapangan, terutama terkait validitas data penerima bantuan. Salah satunya adalah rumah yang layak memperoleh bantuan, namun pemiliknya belum masuk dalam desil data kesejahteraan sehingga belum dapat diakomodasi sebagai penerima.

"Ada rumah yang sebenarnya layak mendapat bantuan, tetapi belum masuk dalam desil mana pun. Mudah-mudahan dengan sensus ekonomi yang sedang berjalan, datanya bisa segera diperbarui sehingga mereka bisa menerima bantuan," kata Sherly.

Selain itu, Sherly juga menyoroti masih banyak masyarakat yang belum tertib dalam administrasi kependudukan. Ia mencontohkan pasangan yang telah menikah dan memiliki akta nikah, tetapi belum memperbarui data keluarga sehingga anak mereka belum tercatat dalam administrasi kependudukan.

Akibatnya, anak tersebut tidak otomatis terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Kondisi itu membuat keluarga masih harus membayar biaya pelayanan saat berobat di puskesmas.

"Contohnya, ada yang sudah menikah dan punya akta nikah, tetapi anaknya belum masuk dalam administrasi kependudukan sehingga tidak otomatis memiliki BPJS. Akhirnya ketika berobat ke puskesmas masih harus membayar," jelasnya.

Karena itu, Sherly mengimbau seluruh masyarakat Maluku Utara agar lebih tertib mengurus administrasi kependudukan. Menurutnya, kelengkapan dokumen kependudukan akan memudahkan masyarakat mengakses berbagai program pemerintah.

"Jadi, buat masyarakat penting sekali menertibkan administrasi kependudukan. Karena dengan administrasi yang tertib, banyak manfaat yang bisa didapat, termasuk berbagai program pemerintah yang dapat dimanfaatkan secara gratis," tegasnya.

Sherly menambahkan, program RTLH tahun 2026 kini telah mulai berjalan. Surat keputusan (SK) penerima bantuan telah ditandatangani sehingga pelaksanaan pembangunan sudah dapat dilakukan.

"RTLH tahun 2026 ini sebanyak 1.200 unit sudah mulai. SK-nya sudah saya tanda tangani. Targetnya dalam dua sampai tiga bulan selesai. Kalau tidak ada kendala, maka pada bulan September selesai 100 persen," pungkasnya. (nar)

Komentar

Loading...