Gubernur Sherly Dorong Percepatan 20 Sabo Dam di Kota Ternate

WhatsApp Image 2026 04 22 at 21.00.42
Gubernur Sherly bersama Irene Yusiana Roba saat mengunjungi pembangunan infrastruktur di Kelurahan Rua Kota Ternate.

Ternate, malutpost.com -- Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman bencana hidrometeorologi, khususnya banjir bandang di Pulau Ternate.

Hal itu disampaikan saat Sherly meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur mitigasi bencana di Kelurahan Rua, Ternate, bersama rombongan Komisi V DPR RI dan Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (22/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Sherly mengawal rencana besar pembangunan 20 unit sabo dam (struktur bendungan pengendali sedimen (pasir/batu) yang dibangun di alur sungai), yang diproyeksikan menjadi sistem utama pengendali banjir bandang dan aliran material vulkanik dari Gunung Gamalama.

"Target kita adalah membuat kawasan ini jauh lebih aman dan tangguh dibanding sebelum bencana. Infrastruktur ini bukan sekadar bangunan, tapi perlindungan nyata bagi warga di kaki Gunung Gamalama," kata Sherly.

Ia menyampaikan bahwa, berdasarkan evaluasi pasca banjir bandang Agustus 2024 lalu, pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara menetapkan kebutuhan 20 unit sabo dam di titik-titik rawan.

Sementara, Kepala BWS Maluku Utara, M. Saleh Talib, menjelaskan bahwa pada 2025 telah rampung dua unit sabo dam di Sungai Rua dengan nilai proyek Rp40 miliar, termasuk pekerjaan normalisasi sungai dan penguatan tebing.

Untuk tahun anggaran 2026, kata dia, pembangunan difokuskan pada Sungai Sasa (Rp 24 miliar) dan Sungai Kastela (Rp 20 miliar). Sementara itu, percepatan pembangunan 16 unit sisanya ditargetkan berlangsung pada 2027 hingga 2028.

Kemudian, Sherly juga memberikan sejumlah arahan penting kepada pelaksana di lapangan. Ia meminta kontraktor segera merapikan material sisa konstruksi agar tidak mengganggu aktivitas warga dan estetika lingkungan.

Ia menegaskan, agar pembetonan jalan di sekitar jembatan baru yang dibangun oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), serta meminta Pemerintah Kota Ternate memperketat izin pembangunan.

"Warga dilarang membangun hunian di sepanjang alur sungai baru yang terbentuk akibat bencana," tegasnya.

Anggota Komisi V DPR RI, Irene Yusiana Roba Putri, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah percepatan pembangunan sabo dam.

Irene menyebut desain sabo dam yang diterapkan mampu meredam energi banjir bandang hingga 80–100 persen, sehingga signifikan dalam melindungi kawasan permukiman padat di Ternte.

Bencana banjir bandang sebelumnya diketahui telah mengubah morfologi wilayah secara permanen, termasuk membentuk alur sungai baru yang memutus akses jalan nasional.

"Kami ingin memastikan masyarakat di Rua, Sasa, Kastela, dan sekitarnya benar-benar merasakan keamanan. Keselamatan rakyat adalah prioritas utama," pungkasnya. (nar)

Komentar

Loading...