DPW NasDem Malut Soroti Berbagai Tantangan Sosial, Tegaskan 5 Poin Penting

Sofifi, malutpost.com -- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Maluku Utara menyoroti berbagai dinamika sosial yang terjadi belakangan ini, mulai dari konflik hingga gesekan antarkelompok yang dinilai mengancam keharmonisan masyarakat.
Sekretaris DPW NasDem Maluku Utara, Abd Rahim Odeyani, menegaskan bahwa Maluku Utara merupakan wilayah yang kaya akan keberagaman adat, tradisi, dan nilai persaudaraan yang telah terjalin selama berabad-abad. Namun, menurutnya, kondisi tersebut kini tengah menghadapi ujian serius.
Ia menyebut, bahwa Maluku Utara adalah tanah yang diberkati. Namun belakangan ini sebuah fondasi kebersamaan sedang di uji hingga rentan terjadi konflik sosial.
"Kita tidak bisa menutup mata, belakangan ini fondasi kebersamaan kita sedang diuji. Rentetan konflik sosial, gesekan antarkelompok, hingga residu kontestasi politik telah menyisakan luka di tengah masyarakat," kata Rahim, Jumat (17/4/2026).
Untuk itu, Rahim mengingatkan bahwa prasangka dan provokasi yang berkembang di masyarakat bukan hanya berdampak pada situasi saat ini, tetapi juga berpotensi menjadi beban sejarah bagi generasi yang akan datang.
"Prasangka yang tumbuh dan provokasi yang beredar bukan sekadar ancaman bagi stabilitas hari ini, melainkan bisa merusak masa depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, kata dia, kekerasan dan perpecahan bukanlah solusi dalam menyelesaikan persoalan. Sebaliknya, hal tersebut justru akan memperlebar jurang perbedaan dan menghambat pembangunan daerah.
Di tengah situasi tersebut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali pada jati diri bangsa yang menjunjung tinggi nilai kesantunan dan peradaban.
"Kita butuh keberanian, bukan untuk saling menyerang, tetapi keberanian untuk saling merangkul dan memaafkan," ujarnya.
Dalam acara halal bihalal yang digelar DPW NasDem Maluku Utara di Kabupaten Halmahera Timur, pihaknya bersama pemerintah daerah, pimpinan partai politik, serta masyarakat setempat menyampaikan pernyataan sikap bersama.
Adapun poin-poin pernyataan sikap tersebut antara lain:
1. Berkomitmen menjadi garda terdepan dalam merajut kembali silaturahmi dan menjaga harmoni sosial di Maluku Utara.
2. Menolak segala bentuk kekerasan, provokasi, ujaran kebencian, serta praktik politik identitas yang merusak persatuan.
3. Mengajak tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan perempuan untuk bersatu membangun kepercayaan bersama.
4. Mendorong penyelesaian setiap konflik melalui dialog yang bermartabat dengan menjunjung tinggi nilai adat dan kemanusiaan.
5. Menjaga Maluku Utara sebagai “Rumah Teduh” bagi seluruh masyarakat dalam keberagaman.
Agenda ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Partai NasDem, pemerintah daerah, dan masyarakat Halmahera Timur dalam menjaga stabilitas sosial dan mempererat persaudaraan di Bumi Moloku Kie Raha. (nar)


Komentar