Pemprov Malut Pastikan Bantuan Pangan Jangkau Daerah 3T

IMG 20260408 WA0067
Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Maluku Utara, Sri Haryati Hatari.

Sofifi, malutpost.com -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara resmi meluncurkan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk periode Februari dan Maret 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Perum Bulog Kantor Cabang Ternate.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Maluku Utara, Sri Haryati Hatari, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga akses pangan masyarakat.

"Ini adalah bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga aksesibilitas pangan yang layak dan terjangkau," kata Sri Haryati Hatari, saat melaunching penyaluran bantuan tersebut, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, tantangan stabilitas pangan di Maluku Utara tidak terlepas dari gejolak harga pangan global serta kendala distribusi akibat kondisi geografis wilayah kepulauan.

"Kita menyadari bahwa gejolak harga pangan dunia dan faktor logistik antar pulau di wilayah Maluku Utara seringkali menjadi tantangan dalam menjaga stabilitas harga," ujarnya.

Menurutnya, penyaluran bantuan pangan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi instrumen strategis dalam menjaga daya beli masyarakat, menekan inflasi, serta mendukung penanganan stunting.

“Kita harus memastikan masyarakat lapisan bawah tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok di tengah fluktuasi harga," tegas Sri.

Ia menambahkan, bahwa intervensi pasar melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dengan penyaluran stok pangan pemerintah terbukti efektif dalam mengendalikan laju inflasi daerah.

Selain itu, kaya Sri, ketersediaan bahan pangan seperti beras dan minyak goreng menjadi fondasi penting dalam pemenuhan gizi keluarga.

Ia juga menyampaikan 3 poin instruksi Gubernur Sherly dalam penyaluran bantuan pangan tersebut, yakni:

Pertama, tepat sasaran. Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, dan Bulog diminta memastikan data penerima akurat agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Kedua, kelancaran logistik. Distribusi harus menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), tanpa hambatan teknis.

Ketiga, kualitas pangan. Beras dan minyak goreng yang disalurkan harus memenuhi standar kualitas terbaik.

"Semoga upaya kita menjadi berkah bagi seluruh masyarakat Bumi Moloku Kie Raha," pungkasnya. (nar)

Komentar

Loading...