Seruan Damai dari FKUB Maluku Utara: Warga Diminta Jaga Kebersamaan

Sofifi, malutpost.com -- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maluku Utara, Adnan Mahmud, mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kebersamaan dan kedamaian di tengah situasi yang terjadi di Halmahera Tengah.
Adnan mengatakan, bahwa bertepatan dengan peringatan Jumat Agung bagi saudara-saudara umat Kristiani. Maka momentum ini menjadi pengingat pentingnya nilai-nilai persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.
Ia menjelaskan, Halmahera Tengah dikenal dengan konsep "lima negeri" yang meliputi Weda, Patani, Gebe, Maba, dan Buli. Masyarakat di wilayah tersebut memiliki falsafah hidup yang disebut Fagogoru, yaitu nilai persaudaraan yang telah lama dijunjung tinggi.
"Karena itu mari kita menghidupkan kembali falsafah tersebut," kata Adnan, Jumat (3/4/2026).
Menurutnya, semangat Fagogoru menempatkan persaudaraan di atas perbedaan, sehingga mampu menjadi perekat sosial di tengah keberagaman masyarakat. Ia meyakini masyarakat di lima negeri tetap berpegang pada nilai tersebut tanpa membeda-bedakan satu sama lain.
Sebagai Ketua FKUB Maluku Utara, Adnan mengajak seluruh masyarakat, khususnya di wilayah lima negeri dan secara umum di Maluku Utara, untuk terus menjaga kerukunan demi terciptanya kedamaian dan kesejahteraan bersama.
"Tanpa kerukunan, persaudaraan, dan kedamaian, cita-cita bersama tidak akan mungkin terwujud," tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan. Setiap informasi yang diterima, kata dia, harus terlebih dahulu diverifikasi kebenarannya.
"Jika informasi datang kepada kita, pastikan sumbernya jelas. Karena jika tidak diverifikasi, dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan masyarakat," ujarnya.
Selain itu, Adnan turut mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan video maupun foto terkait pertikaian yang terjadi di Halmahera Tengah.
"Kami mohon agar tidak disebarkan. Cukup berhenti di tangan kita, sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas di masyarakat," pungkasnya. (nar)




Komentar