Masyarakat Demo Soal Rute Kapal di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II

IMG 20260226 WA0025
Massa aksi saat memblokade jalan di area pasar dan pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II, Dufa-Dufa.

Ternate, malutpost.com - Pelaku usaha dan pekerja di kawasan Pasar Dufa-Dufa, yang juga area Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II, Kota Ternate, menggelar aksi demonstrasi pada Kamis (26/2/2026).

Mereka menuntut kejelasan terkait polemik perubahan rute kapal KM Queen Mary dan KM Cahaya Nusantara di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II.

Berbagai elemen masyarakat terlibat, mulai dari buruh bagasi, sopir angkutan barang dan penumpang, tukang ojek, pedagang, hingga pelaku UMKM yang beraktivitas di pelabuhan tersebut.

Koordinator aksi, Arif Hi Ahmad, mengatakan perubahan kebijakan operasional kapal pada rute Morotai–Ternate berdampak langsung terhadap mata pencaharian masyarakat di kawasan Pasar Dufa-Dufa.

Karena itu, mereka meminta penjelasan resmi dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) selaku pihak yang memiliki kewenangan terhadap operasional pelabuhan dan kapal.

Arif menyebut, polemik ini tidak hanya menyangkut operator kapal, tetapi juga berkaitan dengan kepastian aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar pelabuhan.

Massa meminta agar ada keputusan yang jelas terkait kapal mana yang beroperasi di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II.

Sebelumnya, muncul polemik setelah keluar kebijakan yang menempatkan KM Queen Mary untuk berlabuh di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II, sementara KM Cahaya Nusantara diminta pindah ke pelabuhan lain.

Tapi hingga saat ini, operasional kapal tersebut dinilai belum berjalan jelas sehingga memicu keresahan di kalangan pelaku usaha dan pekerja.

Selain meminta penjelasan dari KSOP, massa juga berharap Pemkot Ternate dan Pemrov Malut turut mengambil peran dalam mengantisipasi dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat di kawasan Pasar Dufa-Dufa. (van)

Komentar

Loading...