Anggaran Dokter Spesialis di Halmahera Timur Naik 100 Persen

Maba, malutpost.com - Dalam upaya memastikan pelayanan kesehatan masyarakat berjalan optimal dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur mengambil langkah strategis dengan memperkuat ketersediaan tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maba. Salah satu kebijakan utama yang dilakukan adalah menaikkan anggaran dokter spesialis hingga 100 persen pada tahun anggaran 2026.
Kebijakan ini ditegaskan langsung oleh Sekretaris Daerah Haltim, Ricky Chairul Richfat, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung operasional RSUD Maba sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh wilayah Halmahera Timur.
“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan di RSUD Maba berjalan dengan baik dan profesional. Karena itu, dukungan terhadap tenaga medis, khususnya dokter spesialis tertap menjadi prioritas pemerintah daerah,” katanya.
Ricky menjelaskan, peningkatan anggaran tersebut dilakukan secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 anggaran dokter spesialis hanya sebesar Rp2,2 miliar, maka pada 2026 naik menjadi Rp4,5 miliar.
“Anggaran dokter spesialis tahun ini kita naikkan 100 persen. Dari Rp2,2 miliar pada 2025, kini menjadi Rp4,5 miliar. Ini bentuk keseriusan Pemda dalam menjamin ketersediaan dokter ahli di RSUD Maba,” tegasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini kebutuhan dokter ahli dan dokter residen untuk RSUD Maba telah terpenuhi. Setiap layanan medis utama telah disiapkan minimal dua dokter spesialis guna memastikan pelayanan berjalan optimal tanpa ketergantungan pada satu tenaga medis saja.
“Untuk kebutuhan dokter ahli di RSUD Maba, saat ini sudah tuntas. Setiap bidang kita siapkan dua dokter, baik itu dokter bedah, dokter penyakit dalam, maupun bidang spesialis lainnya,” ungkapnya.
Tidak hanya berfokus pada RSUD Maba, sambung Ricky, Pemkab Haltim juga menjalankan program pemerataan dokter di seluruh kecamatan. Program ini mulai berjalan pada tahun ini dan melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Haltim.
“Kuota dokter di kecamatan sudah mulai kita jalankan. Sepuluh dokter ditangani langsung oleh Pemda Haltim, lima dokter difasilitasi PT IWIP, satu dokter dari PT NKA, dan satu dokter dari PT SDA,” jelasnya.
Meski demikian, Pemda Haltim masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan dokter, terutama akibat keterbatasan jumlah mahasiswa yang lanjut studo kedokteran yang berasal dari daerah dibandingkan kabupaten kota lain.
“Yang menjadi kendala adalah jumlah mahasiswa kedokteran kita masih terbatas. Tidak sebanyak daerah lain. Karena itu, Pemda saat ini mengambil langkah dengan menyasar mahasiswa kedokteran yang baru lulus, maupun yang masih menjalani proses perkuliahan,” terangnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka menengah dan panjang dalam menciptakan ketersediaan tenaga medis berkelanjutan, sekaligus membuka peluang bagi putra-putri daerah untuk mengabdi di sektor kesehatan Halmahera Timur.
Dengan peningkatan anggaran, ia menambahkan, pemenuhan dokter spesialis, serta pemerataan tenaga medis hingga ke kecamatan, Pemda Haltim optimistis kehadiran RSUD Maba akan menjadi pusat layanan kesehatan rujukan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
“Tujuan akhirnya adalah masyarakat Haltim mendapatkan layanan kesehatan yang layak, cepat, dan berkualitas tanpa harus keluar daerah,” pungkasnya. (cr-05)




Komentar