Ketika Imunisasi Mulai Ditakuti

Ridwan Prayogi

Dalam istilah kesehatan, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) merupakan kejadian medis setelah imunisasi yang perlu dikaji untuk mengetahui kemungkinan hubungannya dengan vaksin. Urutan waktu tidak otomatis membuktikan hubungan sebab-akibat.

Kasus di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada 2026 memperlihatkan pentingnya pemeriksaan tersebut. Seorang siswi dilaporkan mengalami kejadian serius setelah imunisasi HPV.

Setelah investigasi dan kajian kausalitas, Komnas KIPI mengklasifikasikannya sebagai “inkonsisten (koinsiden)”. Kementerian Kesehatan menyatakan tidak ditemukan hubungan kausal dengan vaksin.

Namun, pemerintah juga tidak boleh terburu-buru menyebut setiap laporan masyarakat sebagai hoaks. Setiap kejadian serius perlu diperiksa, hasilnya dijelaskan, dan ketidakpastian disampaikan secara jujur.

Di sisi lain, risiko penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi tidak boleh diabaikan. Indonesia pernah mengalami kejadian luar biasa (KLB) polio yang dinyatakan berakhir pada November 2025.

WHO menyebut rendahnya cakupan imunisasi polio selama beberapa tahun sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya KLB tersebut. Selama respons, hampir 60 juta dosis imunisasi polio tambahan diberikan.

Dengan demikian, ada dua risiko yang perlu dipertimbangkan: risiko kejadian ikutan vaksin dan risiko penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Keduanya harus dinilai berdasarkan bukti, bukan ketakutan ataupun klaim yang belum teruji.

Persoalan lainnya adalah kualitas data. WHO pada 2026 menemukan ketidaksesuaian antara laporan administratif dan hasil survei cakupan imunisasi di Indonesia. Penilaian tersebut juga menemukan persoalan dalam keunikan data anak, akurasi pencatatan tanggal, dan ketepatan waktu pelaporan.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...