Pimpin Definitif RSUD Chasan Boesoirie, Rosita Janji Tingkatkan Mutu Pelayanan

IMG 20261102 WA0012
dr. Rosita Alkatiri. (Foto: malutpost.com)

Sofifi, malutpost.com – Direktur definitif RSUD Chasan Boesoirie Ternate, dr. Rosita Alkatiri, berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kepuasan masyarakat Maluku Utara. Ia menargetkan rumah sakit milik pemerintah provinsi tersebut menjadi rumah sakit rujukan yang bermutu.

Komitmen itu disampaikan Rosita usai dilantik sebagai Direktur definitif RSUD Dr. Chasan Boesoirie oleh Sekretaris Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, di Aula Nuku, Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi, Senin (2/11/2026).

“Mohon doa dan dukungan dari semua masyarakat, semua instansi, semua OPD, semua mitra. Semoga kesempatan yang diberikan ini dapat kami pertanggungjawabkan dan insyaallah bisa membawa Rumah Sakit Chasan Boesoirie menjadi rumah sakit rujukan yang terkemuka dan tentunya bermutu,” kata Rosita saat diwawancara.

Ia mengakui, pelayanan rumah sakit masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk keluhan masyarakat terkait antrean obat dan berbagai persoalan pelayanan lainnya. Namun, menurut Rosita, selama enam bulan menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur, pihaknya telah melakukan pembenahan pada sejumlah sektor pelayanan.

“Kami sudah mengurai beberapa masalah selama enam bulan ini. Mungkin teman-teman, Bapak-Ibu semua dapat melihat dan merasakan adanya perubahan selama enam bulan ini,” ujarnya.

Rosita memastikan pembenahan tersebut akan terus dilanjutkan. Fokus utamanya adalah meningkatkan mutu pelayanan, memperbaiki sistem layanan, serta mendorong kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Chasan Boesoirie.

“Insyaallah kami akan melanjutkan perjuangan ini. Harapan kami, semoga pelayanan dapat lebih baik, lebih bermutu, dan semakin meningkatkan kepuasan masyarakat di Provinsi Maluku Utara,” tegasnya.

Selain pembenahan pelayanan umum, Rosita juga menyoroti penguatan layanan stroke melalui kerja sama dengan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Mahar Mardjono. Menurutnya, RSUD Chasan Boesoirie merupakan rumah sakit pengampu layanan stroke bagi 10 kabupaten/kota di Maluku Utara.

Karena itu, penguatan kapasitas pelayanan dan akses terhadap penanganan stroke menjadi salah satu langkah penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Rosita mengatakan, pihaknya telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan RS PON Mahar Mardjono untuk pengembangan layanan telestroke.

“Jadi, kami diampu oleh Rumah Sakit PON dan alhamdulillah kemarin kita sudah melakukan penandatanganan PKS dan telestroke,” jelasnya.

Ia menilai kerja sama tersebut menjadi langkah penting bagi pengembangan layanan kesehatan di Maluku Utara, terutama dalam memperkuat penanganan pasien stroke melalui dukungan layanan jarak jauh dan kolaborasi ant rumah sakit.

Rosita mengungkapkan, salah satu program prioritas selama enam bulan terakhir adalah pembenahan layanan farmasi untuk mengatasi persoalan antrean obat yang kerap dikeluhkan pasien.

Langkah pertama dilakukan melalui peluncuran sistem resep elektronik. Selanjutnya, rumah sakit menghadirkan inovasi Sobat Kita (Solusi Obat Kitorang Antar), yakni layanan pengantaran obat kepada pasien melalui kerja sama dengan mitra Kantor Pos dan pengemudi ojek pangkalan di sekitar rumah sakit.

Menurutnya, inovasi tersebut menunjukkan perkembangan yang baik dan akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya mempermudah masyarakat mendapatkan obot. Selain itu, pihaknya juga membuka depo farmasi di bagian barat rumah sakit. Depo tersebut merupakan apotek kecil yang disiapkan untuk melayani kebutuhan obat pasien rawat inap.

Dengan adanya depo farmasi, keluarga pasien maupun perawat diharapkan tidak perlu lagi mengantre di apotek utama untuk memenuhi kebutuhan obat pasien rawat inap.

Pembenahan layanan farmasi kata Rosita, menjadi bagian dari upaya RSUD Chasan Boesoirie mempercepat pelayanan, meningkatkan kenyamanan pasien, dan mengurangi keluhan masyarakat. (nar) 

Komentar

Loading...